Herwati PAI KUA Tanete Riattang Hadiri Rapat Evaluasi, Perkuat Peran Penyuluh Dalam Pembangunan Desa Bersinar
Kontributor
Watampone, Kemenag Bone - Herwati, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Tanete Riattang mendapat kepercayaan untuk menghadiri Rapat Evaluasi Pelaksanaan Fasilitasi Intervensi Sumber Daya Pembangunan Desa yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Kamis, (6/11/2025), bertempat di Makassar Room, Hotel Novena. Kegiatan ini menjadi wadah penting dalam mengevaluasi langkah-langkah strategis pemberdayaan masyarakat desa melalui pendekatan intervensi berbasis sumber daya lokal dan pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Kegiatan yang diinisiasi oleh BNN ini dihadiri oleh berbagai
unsur dari instansi pemerintah, lembaga keagamaan, penyuluh, serta perwakilan
desa yang menjadi mitra dalam program fasilitasi intervensi pembangunan desa
bersih narkoba (Bersinar). Rapat ini bertujuan menilai capaian program selama
tahun 2025 dan merumuskan strategi peningkatan efektivitas kolaborasi lintas
sektor.
Dalam forum tersebut, Herwati, mewakili peran Penyuluh Agama
Islam sebagai bagian dari elemen strategis masyarakat yang berperan aktif dalam
membangun kesadaran moral dan spiritual masyarakat desa. Melalui dakwah dan
pembinaan berbasis nilai-nilai agama, penyuluh turut membantu menumbuhkan
lingkungan sosial yang sehat, produktif, dan bebas dari bahaya narkoba.
Surat tugas resmi dari KUA Tanete Riattang menjadi dasar keikutsertaan Herwati dalam
kegiatan ini. Dalam kapasitasnya, ia diharapkan dapat memberikan masukan
mengenai pendekatan keagamaan dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat desa
terhadap ancaman narkoba dan penyimpangan moral.
Herwati menyampaikan bahwa pembangunan desa tidak hanya
diukur dari kemajuan ekonomi, tetapi juga dari kekuatan iman dan moral
masyarakatnya. “Desa akan kuat bila masyarakatnya bersih, baik dari sisi hati
maupun perilaku. Peran agama sangat penting dalam menjaga generasi muda agar
tidak terjerumus pada penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.
Kegiatan evaluasi oleh BNN ini juga menjadi ajang koordinasi
antar sektor untuk memperkuat sinergi dalam membangun Desa Bersinar (Bersih
Narkoba). Hasil evaluasi sementara menunjukkan bahwa kolaborasi antara
pemerintah daerah, BNN, penyuluh agama, dan tokoh masyarakat memberikan dampak
positif terhadap peningkatan kesadaran bahaya narkoba di wilayah pedesaan.
Melalui rapat evaluasi ini, BNN berharap muncul rekomendasi
strategis untuk meningkatkan intervensi berbasis komunitas, termasuk penguatan
peran penyuluh agama dalam penyadaran dan edukasi masyarakat. Dengan demikian,
upaya menciptakan lingkungan desa yang aman, religius, dan bebas narkoba dapat
semakin nyata diwujudkan.(Anha/Ahdi)