Daerah

Herwati PAI KUA Tanete Riattang Hadiri Rapat Evaluasi, Perkuat Peran Penyuluh Dalam Pembangunan Desa Bersinar

Foto Kontributor
Humas Bone

Kontributor

Jumat, 07 November 2025
...

Watampone, Kemenag Bone - Herwati, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Tanete Riattang mendapat kepercayaan untuk menghadiri Rapat Evaluasi Pelaksanaan Fasilitasi Intervensi Sumber Daya Pembangunan Desa yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Kamis, (6/11/2025), bertempat di Makassar Room, Hotel Novena. Kegiatan ini menjadi wadah penting dalam mengevaluasi langkah-langkah strategis pemberdayaan masyarakat desa melalui pendekatan intervensi berbasis sumber daya lokal dan pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Kegiatan yang diinisiasi oleh BNN ini dihadiri oleh berbagai unsur dari instansi pemerintah, lembaga keagamaan, penyuluh, serta perwakilan desa yang menjadi mitra dalam program fasilitasi intervensi pembangunan desa bersih narkoba (Bersinar). Rapat ini bertujuan menilai capaian program selama tahun 2025 dan merumuskan strategi peningkatan efektivitas kolaborasi lintas sektor.

Dalam forum tersebut, Herwati, mewakili peran Penyuluh Agama Islam sebagai bagian dari elemen strategis masyarakat yang berperan aktif dalam membangun kesadaran moral dan spiritual masyarakat desa. Melalui dakwah dan pembinaan berbasis nilai-nilai agama, penyuluh turut membantu menumbuhkan lingkungan sosial yang sehat, produktif, dan bebas dari bahaya narkoba.

Surat tugas resmi dari KUA Tanete Riattang  menjadi dasar keikutsertaan Herwati dalam kegiatan ini. Dalam kapasitasnya, ia diharapkan dapat memberikan masukan mengenai pendekatan keagamaan dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat desa terhadap ancaman narkoba dan penyimpangan moral.

Herwati menyampaikan bahwa pembangunan desa tidak hanya diukur dari kemajuan ekonomi, tetapi juga dari kekuatan iman dan moral masyarakatnya. “Desa akan kuat bila masyarakatnya bersih, baik dari sisi hati maupun perilaku. Peran agama sangat penting dalam menjaga generasi muda agar tidak terjerumus pada penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Kegiatan evaluasi oleh BNN ini juga menjadi ajang koordinasi antar sektor untuk memperkuat sinergi dalam membangun Desa Bersinar (Bersih Narkoba). Hasil evaluasi sementara menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, BNN, penyuluh agama, dan tokoh masyarakat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran bahaya narkoba di wilayah pedesaan.

Melalui rapat evaluasi ini, BNN berharap muncul rekomendasi strategis untuk meningkatkan intervensi berbasis komunitas, termasuk penguatan peran penyuluh agama dalam penyadaran dan edukasi masyarakat. Dengan demikian, upaya menciptakan lingkungan desa yang aman, religius, dan bebas narkoba dapat semakin nyata diwujudkan.(Anha/Ahdi)

Editor: Andi Baly

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default