Daerah

Isi Pikiran, Asah Emosi, Kuatkan Spiritual: Pesan H. Misbah Saat Buka LDK DDI Mattoanging

Foto Kontributor
Humas Bantaeng

Kontributor

Senin, 12 Januari 2026
...

Bantaeng (Kemenag Bantaeng) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng, H. Misbah, S.Ag., M.A., menegaskan pentingnya keseimbangan antara intelektualitas, emosional, dan spiritual di tengah tantangan era digital saat membuka Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) ke-10 Pondok Pesantren DDI Mattoanging, Senin, 12 Januari 2026.

“Di era kita saat ini, kita tidak boleh mengabaikan yang namanya digital. Ada tiga hal yang harus kita isi. Ada namanya intelektualitas kita, emosional kita, kemudian yang ketiga adalah nilai spiritual,” tutur H. Misbah saat mengawali sambutannya di hadapan para santri yang memadati aula ponpes.

Pada kesempatan tersebut, H. Misbah mendapat amanah untuk membuka kegiatan sekaligus menyampaikan materi perdana. Ia menekankan bahwa ketiga aspek tersebut tidak dapat dipisahkan dalam membentuk pribadi unggul di masa depan.

“Siapa pun kita nantinya, maka ketiga hal tersebut tidak bisa kita abaikan. Insya Allah, dengan kita mengisi intelektualitas kita maka kita akan menjadi orang yang cerdas,” lanjutnya.

Menurutnya, kecerdasan intelektual perlu ditopang dengan kekuatan emosional dan spiritual. “Kalau kita mengasah nilai emosional kita maka kita akan menjadi manusia yang bermental baja, dan ketika kita memiliki nilai spiritualitas maka kita akan menjadi orang yang benar. Jadi ketiga hal ini harus kita miliki,” jelas Kakan Kemenag Bantaeng.

Lebih lanjut, ia mengingatkan para santri agar tidak melupakan kompetensi yang dibutuhkan di abad ke-21. “Tetapi dalam perjalanan kita, kita tidak boleh mengabaikan yang namanya kompetensi siswa di abad 21,” ujarnya.

H. Misbah menyebutkan sedikitnya ada lima kompetensi penting yang perlu dimiliki oleh siswa, bahkan juga oleh guru. “Minimal ada lima kompetensi yang dimiliki di abad 21 untuk siswa dan saya kira juga untuk guru,” ucapnya.

Ia kemudian menguraikan satu per satu kompetensi tersebut, dimulai dari kemampuan berpikir kritis. “Yang pertama adalah critical thinking. Kita harus memiliki daya kritis melihat fenomena-fenomena di sekitar kita. Untuk apa kita munculkan itu? Untuk perbaikan, mengkritisi demi perbaikan-perbaikan ke depan,” terangnya.

Kompetensi kedua adalah kemampuan berkomunikasi. “Kemudian yang kedua adalah communication. Komunikasi, tentu kalau di era sekarang ini bahasa yang harus kita miliki apakah itu bahasa Arab atau bahasa Inggris,” ucap H. Misbah. Ia menegaskan bahwa penguasaan bahasa menjadi bekal penting kepemimpinan di masa depan. “Karena kedua bahasa ini tidak boleh diabaikan. Ke depan, hanya orang yang menguasai bahasa yang, insya Allah, akan dipersiapkan menjadi seorang pemimpin,” sambungnya.

Kompetensi ketiga adalah kolaborasi. “Kemudian yang ketiga adalah collaboration, harus mampu berkolaborasi, harus mampu bekerja sama,” jelasnya. Ia mendorong para santri untuk saling berbagi kemampuan. “Yang bisa bahasa Inggris, latihlah teman-teman yang kurang bahasa Inggrisnya. Yang pintar fisika, bahasa Arab, atau matematika, apalagi yang dipertandingkan di OMI, harus kita bisa saling berkolaborasi,” lanjutnya.

Selanjutnya, H. Misbah menekankan pentingnya kreativitas. “Kemudian yang keempat ada namanya creativity. Harus mampu berkreasi. Artinya melakukan sesuatu yang sesungguhnya sudah ada sebelumnya, berarti kita harus meningkatkan, memodel kembali, menambal kembali demi kebaikan-kebaikan. Harus ada karya-karya kita,” terangnya.

Kompetensi kelima yang tidak kalah penting adalah inovasi. “Kemudian yang kelima ada namanya inovasi, adalah sesuatu yang kita lakukan tetapi tidak ada sebelumnya. Inilah inovasi. Sekalipun ada inovasi yang positif dan ada yang negatif. Makanya kita harus cari inovasi yang terbaik,” ujar Kakan Kemenag Bantaeng.

Ia pun menutup sambutannya dengan harapan besar kepada para santri. “Sehingga, anak-anakku, kalau kita memiliki kelima hal tersebut, insya Allah apa yang kita harapkan ke depan akan menempati posisi-posisi yang terbaik,” tuturnya.

Kegiatan LDK ke-10 Ponpes DDI Mattoanging ini mengusung tema “Transformasi Santri, Menuju Kepemimpinan yang Terampil dan Berdaya Saing” dan berlangsung selama tiga hari, 12–14 Januari 2026. Pembukaan kegiatan oleh Kakan Kemenag Bantaeng diikuti oleh santri tingkat tsanawiyah dan aliyah, serta disaksikan para kepala madrasah dan dewan guru DDI Mattoanging. (MSD)

Editor: Mawardi

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default