Daerah

Launching Strategi Daerah Pencegahan Perkawinan Anak, Kemenag Tana Toraja Tegaskan Komitmen Lindungi Anak

Foto Kontributor
Humas Tana Toraja

Kontributor

Kamis, 20 November 2025
...

Makale - HUMAS Tana Toraja – Strategi Daerah Pencegahan Perkawinan Anak (STRADA PPA) 2025–2029 resmi diluncurkan di Ruang Pola Kantor Bupati Tana Toraja, Rabu (19/11/2025). Peluncuran strategi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi lintas sektor untuk mencegah praktik perkawinan anak dan mengoptimalkan perlindungan anak di Kabupaten Tana Toraja.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah dan lembaga mitra, termasuk Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tana Toraja, H. Usman Senong, yang menegaskan komitmen Kemenag dalam mendukung pelaksanaan STRADA PPA. Ia menyampaikan bahwa pencegahan perkawinan anak merupakan upaya bersama untuk membangun generasi yang berkualitas, sehat, dan berdaya saing.

Hadir pula Direktur Eksekutif Yayasan BaKTI, M. Yusran Laitupa, serta Direktur YESMa, Welem Salasa, yang dalam pemaparannya menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga, keluarga, tokoh agama, dan masyarakat dalam mewujudkan generasi muda yang terlindungi dan berdaya. Mereka menegaskan bahwa strategi pencegahan harus diiringi dengan penguatan sistem perlindungan anak dan pendampingan keluarga secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, para narasumber menjelaskan bahwa persoalan perkawinan anak tidak hanya berdampak pada masa depan anak secara individu, tetapi juga memengaruhi kualitas sumber daya manusia dan pembangunan daerah. Karena itu, implementasi STRADA PPA diharapkan dapat memperkuat layanan sosial, akses kesehatan, serta lingkungan yang aman bagi anak.

Acara launching resmi dibuka oleh Wakil Bupati Tana Toraja, Erianto L. Paundanan, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memastikan setiap anak tumbuh optimal tanpa praktik perkawinan dini. Ia menekankan bahwa visi pembangunan daerah, “Tana Toraja Maju Berdaya  Saing , Berdasarkan Budaya”, hanya dapat terwujud melalui perlindungan anak yang menyeluruh.

“Perkawinan anak merupakan permasalahan serius yang berdampak panjang terhadap perkembangan anak, keluarga, dan masyarakat. Oleh karena itu, strategi ini harus menjadi gerakan bersama untuk memperkuat peran keluarga, sosial, dan masyarakat dalam melindungi anak,” ujarnya.

Wakil Bupati juga mengingatkan bahwa pencegahan perkawinan anak harus sejalan dengan upaya mencegah berbagai bentuk kekerasan terhadap anak. “Jangan hanya fokus pada praktik perkawinan anak, tetapi pastikan anak-anak kita terlindungi dari segala bentuk kekerasan,”  “Kalau kita salah menanam padi, kita mungkin gagal sekali panen. Tetapi jika kita salah membina generasi muda, kita bisa gagal sepanjang masa,” tegasnya mengakhiri sambutan.

Dengan peluncuran STRADA PPA 2025–2029, pemerintah daerah bersama Kemenag, lembaga mitra, dan seluruh elemen masyarakat meneguhkan komitmen untuk mewujudkan Tana Toraja yang ramah, layak, dan aman bagi anak.

Editor: arfan

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default