MBG Di Mata Guru : Kolaborasi Gizi, Edukasi, Dan Ekonomi Kerakyatan
Kontributor
Oleh : Muhammad Alimuddin Usman, PdI., M.Pd., C.ET., C.QEM**
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar makan siang gratis bagi siswa. Di balik setiap piring bergizi, tersimpan semangat besar pemerintah untuk menghadirkan gizi merata bagi anak-anak Indonesia, sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat kecil melalui petani, peternak, dan pelaku UMKM lokal.
Sebagai guru, saya merasakan betul dampak positifnya. Anak-anak yang sehat tampak lebih fokus belajar, lebih ceria, dan lebih bersemangat menuntut ilmu. Gizi yang cukup bukan hanya mengenyangkan perut, tetapi juga menghidupkan semangat dan menumbuhkan karakter.
Saya sendiri memiliki tiga anak yang kini bersekolah di jenjang sekolah dasar dan SMA. Setiap kali mereka pulang, saya mendengar cerita jujur dan penuh semangat tentang menu MBG yang enak, bergizi, dan variatif. Dari cerita sederhana mereka, saya menangkap rasa syukur dan kebahagiaan yang lahir dari perhatian negara terhadap generasi penerusnya.
Sebagai pimpinan Pondok Pesantren Babussalam Arrahmah di Desa Bontobuddung, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, saya juga menyaksikan bagaimana ratusan santri penuh semangat berdoa bersama sebelum makan berjamaah — mendoakan semua pihak yang terlibat dalam program MBG. Ini bukan hanya tentang makanan, tetapi tentang rasa syukur, gotong royong, dan kebersamaan.
Di MAN Gowa, tempat saya mengajar, antusiasme siswa terhadap MBG sangat luar biasa. Program ini bahkan menurunkan tingkat ketidakhadiran siswa. Mereka datang lebih awal, bersemangat, dan merasa diperhatikan. Saya pun menyaksikan kerja keras para petugas di satuan pelayanan Kecamatan Tompobulu yang luar biasa disiplin dan penuh dedikasi dalam menjalankan tugas shift mereka setiap hari.
Bagi saya, MBG adalah kolaborasi nyata antara gizi, edukasi, dan ekonomi kerakyatan. Ia menghidupkan dapur desa, menguatkan dunia pendidikan, dan menumbuhkan semangat kemanusiaan.
Mari kita jaga dan dukung bersama — karena dari satu piring bergizi, tumbuh harapan besar untuk generasi emas Indonesia yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia.
**Penulis adalah Direktur Pondok Pesantren Babussalam Arrahmah, Wakamad Humas MAN Gowa, Ketua Umum DPK BKPRMI & PPMI Kecamatan Tompobulu, Koordinator Tim Dai Rumah Dakwah Babussalam