Provinsi

Menag Ajak Umat Songsong Ramadan Dengan Penguatan Spirit Kebangsaan

Foto Kontributor
Mawardi

Kontributor

Kamis, 08 Januari 2026
...

Bone (Kemenag Sulsel) -- Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Islam menjadikan momentum bulan Rajab sebagai waktu terbaik untuk memperkuat kesiapan spiritual menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Pesan tersebut disampaikan Menag saat memberikan tausiyah pada kegiatan “Dzikir Akbar, Doa, dan Tausiyah Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI”.

 

Dalam tausiyahnya, Menag menegaskan bahwa bulan Rajab adalah pintu gerbang memasuki Sya’ban dan Ramadan, sehingga umat perlu memulai proses pembersihan diri sejak awal. “Jangan menunggu Ramadan untuk meminta ampun. Ringankan beban sejak Rajab dan Sya’ban agar saat Ramadan kita fokus meningkatkan derajat di hadapan Allah,” ujarnya di Masjid Agung Bone, Rabu (07/01/2026).

 

Menag juga mengingatkan bahwa seluruh hamba memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh ampunan Allah, betapapun besarnya dosa di masa lalu. Ia mengutip berbagai kisah dan dalil yang menunjukkan betapa luasnya rahmat dan kasih sayang Allah bagi siapa pun yang datang dengan tobat yang sungguh-sungguh.

“Allah lebih menonjol sebagai Maha Pengampun daripada Maha Penyiksa. Tidak ada dosa yang lebih besar dari rahmat Allah. Karena itu jangan pernah putus asa,” tegasnya.

 

Menag juga mengajak jamaah memperbanyak salawat, istighfar, dan amal-amal sunah seperti salat rawatib, tahajud, witir, serta memperbaiki hubungan dengan orang tua dan sesama. Ia menyebut bahwa amalan ini menjadi bekal penting memasuki Ramadan, sekaligus memperkuat karakter kebangsaan yang lembut, saling menghargai, dan penuh empati.

 

“Kita ini umat Nabi Muhammad yang penuh cinta. Jarak kita dengan Madinah tidak mengurangi kecintaan itu. Selawat yang kita lantunkan malam ini menjadi bukti kerinduan kita kepada Rasulullah SAW,” tutur Menag.

 

Kegiatan Dzikir Akbar HAB ke-80 ini dihadiri oleh berbagai peserta lintas sector, baik masyarakat Bone, ASN Kemenag Sulsel, serta jajaran Dharma Wanita Persatuan. Peringatan HAB tahun ini dirangkaikan dengan berbagai event pelayanan, pembinaan keagamaan, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

Menag menutup tausiyah dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, penguatan keluarga, serta kesehatan para guru, orang tua, dan seluruh masyarakat. “Semoga Allah membimbing langkah kita, menerima tobat kita, dan menjadikan kita hamba yang kembali kepada-Nya dengan hati yang bersih,” tutupnya. (Tim HDI)

Editor: Mawardi

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default