Penyuluh Agama Buddha Ikut Sukseskan TOT Anti Narkoba FKUB Sulsel
Kontributor
Makassar, Kemenag Sulsel - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Selatan menyelenggarakan kegiatan Training of Trainer (TOT) Anti Narkoba bagi penyuluh agama, mubalig, pemuda lintas agama, dan perempuan lintas agama. Kegiatan yang diikuti 50 peserta ini berlangsung selama dua hari, 24 s.d. 25 November 2025, di Aston Inn Hotel Makassar.
Acara dibuka pada Senin (24/11) melalui laporan Ketua Panitia, Dr. H. Shaifullah Rusmin, Lc. M.Th.I. Ketua FKUB Sulsel, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., MA dalam sambutannya menegaskan pentingnya keterlibatan tokoh-tokoh agama untuk memperkuat edukasi moral dan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. “Kolaborasi lintas agama harus menjadi garda terdepan dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba,” ujarnya.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala BNNP Sulsel yang diwakili Kombes Pol. Ardiansya, S.I.K., M.H., selaku Kabid Pemberantasan, yang sekaligus menjadi pemateri pertama dengan topik “Narkotika dalam Perspektif Hukum.” Mewakili Kaban Kesbangpol Provinsi Sulawesi Selatan, Kabid Ekososbud Kesbangpol Provinsi Sulsel, Heikal Sulaiman, S. STP., M.Si, kemudian secara resmi membuka kegiatan TOT tersebut. Dari BNNP, hadir juga sejumlah narasumber, di antaranya Sudarianto, S.KM., M.Kes. dengan materi “Adiksi Narkoba: Faktor, Dampak, dan Pencegahannya,” serta Andi Weru Kambau, S.H., dengan materi “Narkotika dan Permasalahannya.” Pada sesi lain, perwakilan Pj. Pencegahan BNNP Sulsel menyampaikan materi terkait pembentukan Relawan Anti Narkotika.
“Keterlibatan penyuluh agama sangat strategis karena memiliki jangkauan pembinaan langsung kepada masyarakat,” ujar Kombes Pol. Ardiansya.
Memasuki hari kedua, Selasa (25/11), kegiatan difokuskan pada penyusunan rencana aksi relawan bersama Andi Fatwa dari BNNP Sulsel sebagai pembicara tunggal. Dalam sesi ini, seluruh peserta menyusun rencana aksi yang akan diimplementasikan pada komunitas masing-masing, mulai dari kampanye sadar bahaya narkoba, pendampingan remaja, hingga penyuluhan berbasis komunitas lintas agama.
Dari unsur Agama Buddha, hadir Miguel, dan Frengky Fonso selaku Penyuluh Agama Buddha Kota Makassar. Keduanya menyampaikan apresiasi atas pelibatan perwakilan umat Buddha dan menegaskan komitmen untuk terus mendukung gerakan pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui pembinaan umat dan kegiatan lintas agama.
Kemenag Sulsel menilai kegiatan TOT ini selaras dengan komitmen pemerintah dalam memperkuat moderasi beragama yang di dalamnya mencakup pembinaan karakter, penguatan jejaring kolaboratif, serta peran aktif lembaga keagamaan dalam isu sosial-masyarakat, termasuk pencegahan narkoba.
Kegiatan ditutup dengan pengukuhan Relawan Anti Narkoba dan penandatanganan komitmen bersama sebagai simbol kesungguhan seluruh peserta dalam memperluas jejaring relawan dan memperkuat sinergi lintas agama untuk memerangi penyalahgunaan narkotika, khususnya di kalangan generasi muda. Melalui kegiatan ini, masyarakat juga diimbau untuk memperkuat peran keluarga dan komunitas dalam menjaga lingkungan bebas dari narkoba (mrj).