PKKM Di Soppeng: Evaluasi Kinerja Kepala Madrasah Sebagai Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan
Kontributor
Soppeng (Kemenag Soppeng) - Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) menjadi agenda penting dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di RA Perwanida Mallanroe dan MTs DDI Jolle, Soppeng. Kegiatan PKKM empat tahunan di 2 (dua) lokasi ini dihadiri langsung oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Dr. Muhammad Yunus, S.Ag., M.Pd.I.
Dalam sambutannya di RA Perwanida, Dr. Yunus menekankan bahwa PKKM merupakan langkah evaluatif yang sangat penting untuk mengukur dan meningkatkan mutu pendidikan di madrasah.
"Penilaian kepala madrasah bukan hanya bentuk kontrol administratif, tetapi merupakan proses akademik dan reflektif yang bertujuan mengukur sejauh mana kepala madrasah mampu menjalankan fungsi kepemimpinan secara efektif, efisien, dan berorientasi pada mutu."
Lebih lanjut Dr. Yunus menyampaikan bahwa dalam konteks manajemen pendidikan Islam, penilaian menjadi instrumen untuk meneguhkan akuntabilitas moral dan profesionalitas pemimpin.
Sementara itu, saat berada di MTs DDI Jolle, Dr. Yunus menyoroti peran krusial seorang pemimpin, khususnya kepala madrasah, dalam mendistribusikan tugas dan kewenangan kepada seluruh staf sesuai dengan tupoksi masing-masing.
"Dalam upaya meningkatkan mutu dan efektivitas pengelolaan pendidikan, peran kepala madrasah sebagai leader kembali menjadi sorotan utama dalam dinamika manajerial lembaga pendidikan Islam. Kepala madrasah tidak hanya berperan sebagai administrator, tetapi juga sebagai pemimpin visioner yang mampu menggerakkan, menginspirasi, dan mengoptimalkan potensi seluruh unsur madrasah, terutama dewan guru dan tenaga kependidikan."
Kepemimpinan kepala madrasah yang efektif terlihat dari kemampuannya dalam mendelegasikan tugas dan tanggung jawab secara proporsional, membangun rasa percaya, serta menumbuhkan budaya kerja kolaboratif. Melalui proses empowerment (pemberdayaan), setiap guru diberikan ruang untuk berkreasi dan berinovasi sesuai bidang keahliannya, tanpa kehilangan arah terhadap visi besar madrasah.
Lebih lanjut Yunus menyampaikan bahwa, pendelegasian bukan sekadar pelimpahan tugas, tetapi merupakan strategi pengembangan kapasitas sumber daya manusia yang sangat penting. Kepala madrasah bertindak sebagai coach dan mentor yang mengarahkan, menuntun, serta mengevaluasi kinerja bawahannya dalam semangat kebersamaan dan profesionalisme.
*“Ketika guru merasa dipercaya dan diberi tanggung jawab, maka muncul rasa memiliki dan semangat berprestasi yang tinggi. Di sinilah kepala madrasah berfungsi sebagai pemimpin transformasional yang memantik motivasi dan loyalitas kerja,”* ujarnya
Implementasi pendelegasian kepemimpinan di madrasah juga berimplikasi pada peningkatan mutu pembelajaran. Guru tidak hanya menjadi pelaksana kurikulum, tetapi juga bagian dari pengambil keputusan strategis dalam perencanaan program madrasah. Kolaborasi ini menciptakan sinergi yang kuat antara visi lembaga dan aspirasi individu, sehingga madrasah tumbuh menjadi organisasi pembelajar (learning organization).
Hal ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang efektif dan efisien, serta memaksimalkan potensi seluruh sumber daya yang ada.
Kehadiran Ketua DDI Kab. Soppeng, Drs. Latang, M.Pd.I., Ketua Pokjawas Madrasah Sudirman, M.Pd., serta tim pengawas dan penilai yang terdiri dari Dra. Hj. Harnis, M.Pd., Dr. Sumarni, M.Pd dan Drs. Muhammad Islam, M.Pd semakin memperkuat komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan di RA PERWANIDA mallanroe dan MTs DDI Jolle. Seluruh dewan guru juga turut hadir, menunjukkan dukungan penuh terhadap proses evaluasi ini.
PKKM diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh elemen madrasah untuk melakukan introspeksi, mengidentifikasi area-area yang perlu ditingkatkan, dan bersama-sama merumuskan strategi untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik. (afr)