Punya Ilmu Harus Tetap Rendah Hati: Pesan H. Misbah Di Porseni As’adiyah Dapoko
Kontributor
Bantaeng (Kemenag Bantaeng) – Pondok Pesantren As’adiyah Dapoko Bantaeng menggelar pembukaan Pekan Olahraga dan Seni Santri (Porseni Santri) 2025 pada Rabu, 10 Desember 2025 di Lapangan Ponpes As’adiyah Dapoko.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Kantor Kemenag Bantaeng, H. Misbah, S.Ag., MA yang hadir memberikan sambutan, didampingi Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, H. Abd. Halim Yakub, S.Ag., MM.
Dalam sambutannya, Kakan Kemenag Bantaeng menekankan bahwa Porseni bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang untuk memperkuat ukhuwah dan menebarkan kasih sayang.
“Tujuan dari porseni ini adalah kita jalin silaturahim, kita menjalin kasih sayang, kita menjalin cinta, sebagaimana yang disusun dalam Kurikulum Berbasis Cinta,” ujar H. Misbah.
Ia kemudian menyinggung salah satu Panca Cinta dalam KBC, yaitu cinta kepada ilmu pengetahuan.
“Anak-anakku sekalipun kita banyak memahami, mengetahui, dan punya kelebihan di bidang olahraga,” ucapnya.
“Tetapi yang terpenting juga kita tidak boleh lupa bahwa tujuan anak-anakku dikirim oleh orang tua adalah untuk kita mendapatkan ilmu pengetahuan.”
H. Misbah turut memaparkan tiga manfaat besar dari ilmu. “Kalau kita memiliki ilmu akan ada tiga hal yang anak-anakku dapatkan. Yang pertama, kalau kita memiliki ilmu dan memanfaatkan ilmunya maka anak-anakku akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT dan akan dimuliakan,” tuturnya.
Ia melanjutkan bahwa ilmu semestinya melahirkan pribadi yang santun. “Dengan ilmu yang dimiliki, kita harus menjadi pribadi yang lemah lembut dan rendah hati, makanya dengan ilmu yang dimiliki, kita tidak boleh suka marah, cemberut, dan kikir,” ungkapnya, disambut antusias oleh para peserta.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa ilmu membuka peluang kepemimpinan. “Yang ketiga adalah dengan memiliki ilmu Insya Allah ke depan kita akan jadi pemimpin. Orang-orang yang duduk di depan kita ini (para pejabat) tidak sim salabim abrakadabra. Tetapi melalui usaha yang luar biasa sehingga beliau diberi amanah menjadi Kepala Dinas, Kapolsek, dan Koramil,” tuturnya penuh semangat.
Terkait penyelenggaraan Porseni, H. Misbah menjelaskan bahwa ajang ini juga menjadi panggung ekspresi santri.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah melakukan ekspresi keberadaan kita, bahwa anak-anakku memiliki potensi yang berbeda-beda, ada yang pintar mengaji, menyanyi, olahraga, anak-anakku memiliki semua itu,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa meski kompetisi masih di tingkat internal pondok, peluang untuk tampil di ajang lebih tinggi terbuka lebar.
“Kalau nanti ada yang juara bulu tangkis, tenis meja, menyanyi, dan lain sebagainya Insya Allah anak-anakku bisa ditampilkan pada lomba-lomba yang lebih tinggi, semoga kita bisa kirim untuk mewakili pondok pesantren ke depan,” lanjutnya.
Menutup sambutannya, H. Misbah menegaskan bahwa potensi santri adalah modal penting masa depan. “Dengan potensi yang dimiliki maka anak-anakku akan menjadi generasi yang unggul,” ucapnya.
Sebelumnya, Pimpinan Pondok Pesantren As’adiyah Dapoko, Dr. KM. Hamzah Israil, S.Pd.I., M.Pd menyampaikan terima kasih atas kehadiran Kakan Kemenag bersama jajaran serta para tamu undangan lainnya.
Ia juga mengungkapkan rencana ponpes untuk mewajibkan santri tinggal di asrama. “Rencana kami ingin memondokkan santri 100 persen karena sangat jauh karakternya antara anak yang tinggal pondok dan tinggal di luar pondok,” ujarnya.
Namun demikian, kapasitas asrama saat ini belum memadai. “Oleh karena itu kami memohon doa agar secepatnya kami bisa membangun asrama yang memadai untuk seluruh peserta didik As’adiyah Dapoko,” sambungnya.
Acara Porseni Santri 2025 resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bantaeng, Drs. Abdullah, M.Si yang hadir mewakili Bupati Bantaeng. Kegiatan ini juga dihadiri Kapolsek Eremerasa, Koramil, dan sejumlah tamu undangan lainnya. Porseni Santri 2025 direncanakan berlangsung dari tanggal 10 hingga 18 Desember 2025. (MSD)