Daerah

Rakor Dan Launching BerAKHLAK, Kakan Kemenag Bantaeng Tegaskan Setiap Kinerja Jangan Berlalu Begitu Saja

Foto Kontributor
Humas Bantaeng

Kontributor

Kamis, 20 November 2025
...

Bantaeng (Kemenag Bantaeng) – Rapat Koordinasi dan Launching Core Values ASN BerAKHLAK sukses digelar di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bantaeng pada Kamis, 20 November 2025.

Dalam acara tersebut, dilakukan pula penyematan pin ASN BerAKHLAK secara simbolis oleh Kepala Kantor Kemenag Bantaeng, H. Misbah, S.Ag., MA kepada para kepala seksi, kepala KUA, dan kepala madrasah negeri.

Kepala Kantor (Kakan) Kemenag Bantaeng, H. Misbah, S.Ag., MA mengawali sambutannya dengan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia kemudian menegaskan kembali pentingnya nilai-nilai ASN BerAKHLAK sebagai landasan kerja aparatur Kemenag.

Dalam sambutannya, ia mengatakan, “BerAKHLAK itu adalah akronim, yang mana inti dan isi dari BerAKHLAK ini harus menjadi pedoman dan landasan oleh setiap ASN khususnya di Kementerian Agama. Dan saya kira kita perlu sepakat karena salah satu yang digaungkan Menteri Agama adalah Kemenag Berdampak.”

Ia menjelaskan makna “Kemenag Berdampak” dengan lebih rinci. Menurutnya, “Jadi, yang dimaksud Kemenag Berdampak adalah ada bekas, setiap kinerja kita harus ada bekas, ada kesan, bukan berlalu begitu saja.”

Ia melanjutkan, “Menteri Agama menghendaki sebelum tanggal 1 (bulan baru), apa yang Anda sudah lakukan. Kalau kita misalnya sudah lakukan, kita tanya lagi, kira-kira yang dilakukan dalam sebulan itu diketahui masyarakat atau tidak. Apa yang kita lakukan itu bermanfaat atau tidak.”

Dalam kesempatan tersebut, H. Misbah mulai memaparkan nilai pertama dalam BerAKHLAK.

Ia menjelaskan, “BerAKHLAK itu bermakna Berorientasi Pelayanan. Kementerian Agama harus bergerak cepat dan tepat. Tidak boleh dipersulit kalau bisa dipermudah, dengan catatan tidak melanggar regulasi yang ada,” ujarnya.

Ia menegaskan, “Sebab kalau regulasinya sudah jelas dan kita menyalahi, kita akan kebingungan menjawabnya. Tapi intinya, berorientasi pelayanan jangan membuat orang yang membutuhkan pelayanan itu menunggu. Makanya ada PTSP yang jelas apa yang harus dikerjakan, apa tujuannya. Jadi, layanan cepat dan tepat.”

Selain pelayanan, ia juga menyinggung aspek etika melayani. Ia menuturkan, “Termasuk kalau ada tamu datang, senyumlah. Jangan kelihatan angker. Sapalah dengan senyum karena senyuman itu pelayanan.”

Nilai kedua yang disampaikan adalah Akuntabel. Ia menjelaskan, “Kemudian ada Akuntabel. Kita harus amanah, kita melaksanakan apa yang telah tertera dalam regulasi, dan apa yang telah diamanahkan oleh pimpinan dari setiap tingkatannya. Kalau kita sudah lakukan dengan baik, tentu ini makna dari akuntabel,” tutur H. Misbah.

Selanjutnya ia memaparkan nilai Kompeten sebagai poin ketiga. Ia menyampaikan, “Kemudian yang ketiga ada yang namanya Kompeten. Kita sebagai ASN tidak boleh berhenti belajar. Belajar itu banyak aspek; ada orang belajar melalui pendengarannya, matanya, melalui diskusi, melalui membaca, dan mencari tahu. Paling tidak kita menguasai tupoksi kita.”

Ia memberikan contoh terkait penguasaan materi bidang tugas, “Contohnya di zakat dan wakaf. Ketika diskusi apa itu zakat, apa itu wakaf, paling tidak mulai dari kepala seksi dan stafnya tahu memberikan jawaban. Beda-beda tipis antara zakat dan wakaf. Kalau ada yang bertanya mengenai regulasinya kita bisa menjawab, begitu pun dengan seksi lain.”

Nilai berikutnya yang dijelaskan adalah Harmonis. Ia mengibaratkan organisasi sebagai sebuah perahu dengan menyatakan, “Saya ingin katakan Kementerian Agama kita ini ibarat perahu. Kita mulai berlayar karena ada daerah yang ingin kita tuju. Kalau ada penumpangnya neko-neko maka kita tidak akan sampai ke tujuan.”

Ia melanjutkan, “Makanya ini penting saya sampaikan bahwa kapal itu tenggelam bukan sebab besarnya ombak, tetapi kapan ia tenggelam karena adanya air yang masuk ke dalam kapal. Oleh karena itu, kita harus tutup lubangnya supaya airnya tidak masuk.”

Ia juga menegaskan, “Kemudian yang kelima ada yang namanya loyal, bukan berarti hanya loyal kepada pimpinan, tapi loyal kepada aturan yang sudah ditetapkan, loyal kepada negara, bagaimana kita menjaga bangsa ini,” ujar H. Misbah.

“Kemudian ada namanya Adaptif. Saya kira ini menyesuaikan, adaptasi. Salah satu kendala yang dihadapi guru-guru kita kemarin, ada yang ditempatkan di tempat yang baru, tidak bisa beradaptasi dengan keadaan,” ungkapnya.

Nilai terakhir yaitu Kolaboratif. Ia memaparkan, “Kemudian yang terakhir ada huruf K yaitu Kolaboratif, bekerja sama. Saya kira ini secara umum. Dalam referensi ada kompetensi abad ke-21, salah satu inti di dalamnya adalah kolaborasi. Mengapa harus berkolaborasi? Karena ada sesuatu hal nanti kita bisa lakukan kalau bersama-sama,” tuturnya.

Ia berharap peluncuran core values ini memberi hasil nyata, “Mudah-mudahan apa yang telah kita lakukan ini (launching Core Values ASN BerAKHLAK) ada bekas, ada dampak yang positif,” harap Kakan Kemenag Bantaeng.

Ia juga mengingatkan pentingnya bekerja dengan suasana kondusif, “Saya mengatakan pada saat ini, jangan kita bekerja dalam ketegangan, tetapi saya mau kita enjoy bekerja, jalin kebersamaan, jangan ada bombe-bombe (saling memusuhi). Ini yang harus kita bangun,” ungkap H. Misbah.

Dalam kesempatan tersebut, Kakan Kemenag Bantaeng juga menyampaikan duka atas musibah yang menimpa Gedung Penyelenggara Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kemenag Bantaeng beberapa waktu sebelumnya.

Ia menyampaikan, “Mudah-mudahan bisa terbangun cepat (diperbaiki), dan tidak ada yang komplain. Tetapi kalau misalnya ada, itulah kita perlu berkolaborasi, saling membantu dan mencari jalan keluar. Jangan kita tinggalkan ketika ada saudara kita mengalami masalah. Karena masalah yang berat kalau kita kerja bersama akan jadi ringan.”

Ia juga menekankan visi besar yang ingin diwujudkan dalam kepemimpinannya. Ia mengungkapkan, “Di Kementerian Agama ini, khususnya dengan keberadaan saya, kiranya ada yang perlu disepakati agar keberadaan Kementerian Agama itu terasa.”

“Kita mau Kementerian Agama ini bisa dirasakan oleh siapa saja di Bantaeng ini, baik pejabat maupun masyarakat,” harapnya.

Kakan Kemenag Bantaeng yang baru dilantik per 1 November 2025 itu juga memaparkan program SIAP (Sinergitas, Inovasi, Antisipasi, dan Peduli).

Ia menjelaskan, “Oleh karena itu ada konsep yang ingin saya paparkan, ada namanya SIAP. S yang pertama di sini adalah Sinergitas dan itu ada di ASN BerAKHLAK.”

Ia menjabarkan makna sinergitas yang dimaksud, “Sinergitas yang ingin saya maksudkan, di Kabupaten Bantaeng dari beberapa kecamatan, beberapa instansi pasti punya program, punya tupoksi. Tetapi kita mau hadir di dalam semua itu—di dinas kesehatan, pendidikan, kejaksaan—kita harus hadir di situ. Makanya yang pertama kita akan meramu ada namanya sinergitas, salah satunya dengan program Kamis Menyapa. Insya Allah Januari nanti kita akan programkan.”

Ia memberikan gambaran teknis pelaksanaan program tersebut. Ia menjelaskan, “Kamis Menyapa itu artinya nanti di setiap KUA akan menghadirkan sejumlah instansi seperti Dandim, dari kesehatan, dan lainnya. Apa tujuannya nanti? Ketika kita turun nanti menyapa masyarakat, kita akan menyampaikan program setiap seksi-seksi. KUA akan menyampaikan layanan pernikahan dengan undang-undang yang mengalami perubahan, begitu pun dari sudut pandang kesehatan, kejaksaan, dan lain sebagainya.”

H. Misbah juga menambahkan teknis koordinasi lintas seksi. Ia menuturkan, “Kita akan atur semua seksi untuk hadir bekerja sama dengan KUA delapan kecamatan dalam program Kamis Menyapa.”

Nilai kedua dalam program SIAP adalah Inovasi. Ia mengungkapkan, “Kemudian kita akan hadirkan I yakni Inovasi. Nanti awal tahun salah satunya kita akan upayakan membuat Pusat Pembinaan Taklim dan Tilawah, serta Hafiz dan Hafizah. Setiap kecamatan nanti kita sepakati apakah ada rumah atau masjid sebagai tempat untuk pembinaan, yang mana nantinya akan bekerja sama dengan penyuluh-penyuluh,” ungkap H. Misbah.

Ia turut menerangkan mekanisme penempatan penyuluh. Ia menambahkan, “Nanti kalau sudah ada Pusat Pembinaan Taklim dan Tilawah maka sudah jelas nanti kita aturkan penyuluh untuk mengisi di tempat tersebut.”

Ia kembali menegaskan harapannya, “Di situ nanti Insya Allah menjadi pusat pembinaan para penyuluh di kecamatan. Kita akan tunjuk setiap kecamatan. Mungkin ada masjid, mungkin ada rumah kosong. Silakan, di situ penyuluh bisa menyampaikan pembinaan.”

Selanjutnya ia menjelaskan poin Antisipasi, “Kemudian yang ketiga ada namanya Antisipasi. Kita ambil ini karena banyak kejadian. Contohnya saya sampaikan kepada teman-teman sekalian bahwa tugasnya kepala KUA itu memang tidak ringan, begitu banyak masalah yang dihadapi,” ujar H. Misbah.

Ia mencontohkan implementasinya, “Dengan adanya Antisipasi, kita harus lacak memang. Deteksi memang di setiap pernikahan. Lacak betul. Apakah umurnya belum cukup atau tidak. Itulah contoh dari antisipasi.”

Nilai terakhir dalam program SIAP adalah Peduli, “Kemudian yang terakhir teman-teman sekalian dalam program SIAP kita ini ada yang namanya Peduli. Harus terbangun ini,” ungkap H. Misbah.

“Diupayakan di setiap pihak, jika ada masalah, kita terbuka dan jika diperlukan kita turun tangan bersama-sama menyelesaikan, baik di madrasah, KUA, dan lainnya,” lanjutnya.

Dalam Rakor pertama yang dihadiri oleh Kakan Kemenag Bantaeng yang baru, turut dibahas persiapan Hari Amal Bakti yang akan digelar mulai 7 Januari 2026 di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Ia meminta seluruh pihak bekerja sama menyukseskan peringatan tersebut.

Pembahasan Rakor dilanjutkan dengan pemaparan setiap seksi terkait program dan kendala yang dihadapi selama menjalankan program-program kerja. Pemaparan dimulai dari Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah, H. Muhammad Tahid, S.Ag., MM, hingga ditutup oleh Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam, H. Muhammad Arfah, S.Ag.

Rakor dipimpin oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Bantaeng, Sopyan Yasri, S.Ag., M.Sos.I., dan dihadiri seluruh pimpinan Kemenag Bantaeng, para pengawas, kepala KUA, kepala madrasah, IPARI, APRI, AGPAI, serta panitia HAB ke-80. (MSD)

Editor: Mawardi

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default