Daerah

Rapat Kerja 2025 Dan Launching Wakaf Uang, Kemenag Makassar Rumuskan Layanan Keagamaan Berkelanjutan

Foto Kontributor
Muhammad Imran

Kontributor

Senin, 08 Desember 2025
...

Makassar (Kemenag Makassar) — Kantor Kementerian Agama Kota Makassar melaksanakan Rapat Kerja (Raker) Tahun Anggaran 2025 sekaligus Launching Gerakan Wakaf Uang, yang digelar selama dua hari di Villa De Quen, Malino, Kabupaten Gowa, pada 5–6 Desember 2025.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kakanwil Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid, didampingi Kakankemenag Kota Makassar, H. Muhammad. Hadir dalam kegiatan ini para Kasi dan Penyelenggara, Kepala KUA se-Kota Makassar, Kepala Madrasah Negeri, ketua KKM MA, MTsN, dan KKRA, serta pejabat fungsional lingkup Kemenag Makassar.

Dalam sambutannya, Kakankemenag Kota Makassar H. Muhammad menegaskan pentingnya penguatan manajemen, peningkatan kinerja satker, dan pengelolaan SDM yang efektif. Hal ini diperlukan agar Kota Makassar dapat terus berkontribusi positif di tingkat provinsi maupun nasional.

“Jika seluruh satker bekerja maksimal, capaian kinerja dan penghargaan dari Kementerian Keuangan dapat kita raih. Pelaksanaan anggaran yang tepat waktu, tanpa retur, adalah kunci akuntabilitas,” tegasnya.

Beliau juga menyoroti pentingnya perencanaan RPD tahun 2026, penyusunan program berbasis target, serta peningkatan kualitas layanan publik di KUA dan madrasah.

Pada kesempatan yang sama, Kemenag Makassar meluncurkan Gerakan Wakaf Uang ASN, yang di-launching langsung oleh Kakanwil Kemenag Sulsel didampingi Kakankemenag Kota Makassar. Setiap ASN dianjurkan berwakaf dimulai Januari 2026.

Kakankemenag H. Muhammad menjelaskan bahwa gerakan ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat dalam jangka panjang.

“Jika seluruh ASN konsisten berwakaf, dua tahun saja kita bisa mengumpulkan hingga Rp500 juta. Empat tahun bisa mencapai Rp1 miliar. Dana ini akan menjadi wakaf produktif untuk membantu siswa berprestasi dan kebutuhan umat,”ujarnya.

Pada kegiatan ini, juga dilakukan penyerahan simbolis bantuan UPZ Kemenag Makassar untuk korban bencana alam di Sumatera.

Kakankemenag turut mendorong setiap KUA untuk berinovasi, termasuk digitalisasi layanan, penguatan data, dan program-program berbasis kebutuhan masyarakat seperti pusaka, konsultasi keluarga, hingga layanan nikah non-komersial.

Beliau juga meminta seluruh satker dan madrasah untuk menghidupkan suasana toleransi, termasuk memasang ucapan Natal dan Tahun Baru sebagai bentuk penghormatan antarumat beragama.

“KUA adalah etalase pelayanan umat. Layanan harus hadir dengan cinta, ketulusan, dan inovasi demi menjawab kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Dalam arahannya, Kakanwil Kemenag Sulsel H. Ali Yafid mengapresiasi Makassar yang terus menunjukkan peningkatan kinerja. Ia menekankan pentingnya tata kelola anggaran, disiplin regulasi, dan budaya kerja yang bersih.

Ia juga mendorong ASN agar aktif berwakaf, menjaga harmoni organisasi, dan memperkuat sinergi dalam meningkatkan layanan keagamaan.

“Wakaf uang adalah amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Kita perlu saling menguatkan, bekerja sesuai aturan, dan menghadirkan layanan yang membahagiakan umat,” ujar Kakanwil.

Dalam penutupannya, Kakankemenag H. Muhammad menyampaikan rencana pemekaran KUA Sangkarrang tahun 2026, penguatan program moderasi beragama, peningkatan digitalisasi, serta komitmen menjadikan Kemenag Makassar sebagai pusat layanan publik yang bersih, ramah, toleran, dan inklusif.

Editor: Mawardi

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default