Sulsel Gelar Awarding Pesantren Ramah Anak 2025, Komitmen Wujudkan Lingkungan Pendidikan Aman Bagi Santri
Kontributor
Makassar, (Kemenag Enrekang) - Awarding Pesantren Ramah Anak Sulawesi Selatan 2025 terselenggara dengan sukses di Hotel IBIS Makassar pada Sabtu, 22 November 2025. Kegiatan yang diselenggarakan oleh LP2M UIN Alauddin Makassar bekerja sama dengan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan serta didukung oleh program Kementerian Agama RI ini menjadi momentum penting dalam mendorong penguatan lingkungan pesantren yang aman dan ramah bagi anak.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Enrekang, Dr. H. Jamaruddin, M.Ag., yang didampingi oleh Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Enrekang, Hj. Indarwati, S.Ag., M.Ag. Kehadiran keduanya menjadi wujud komitmen dalam mendukung penguatan tata kelola pesantren berbasis perlindungan anak.
Dalam laporan penyelenggara, LP2M UIN Alauddin Makassar menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program Pesantren Ramah Anak (PRA)—program resmi Kementerian Agama yang menitikberatkan pada pencegahan kekerasan, pencegahan bullying, penguatan dukungan sosial, dan mekanisme pelaporan 2P di lingkungan pesantren. Perwakilan UNICEF Wilayah Sulawesi Selatan turut memaparkan pentingnya kolaborasi dalam memperkuat sistem perlindungan anak di satuan pendidikan keagamaan.
Disampaikan pula realita perkembangan pesantren di Indonesia selama satu dekade terakhir, di mana terdapat sekitar 42.000 lembaga pesantren dengan lebih dari 11.000 tenaga pendidik, serta total santri mencapai lebih dari 17,5 juta jiwa. Angka ini menunjukkan bahwa pesantren bukan sekadar tempat belajar, tetapi telah menjadi rumah kedua yang memberikan perlindungan, pendidikan karakter, dan pembinaan akhlak bagi anak-anak.
Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Sulsel, Dr. H. Muhammad Yunus, S.Ag., M.Ag., dalam sambutannya menegaskan bahwa di tengah berbagai persepsi negatif yang kadang muncul, pesantren justru terus berkembang menjadi salah satu lembaga pendidikan terbaik di Indonesia. “Di tengah gempuran berbagai macam tanggapan negatif terhadap pesantren, saat ini pesantren menjadi lembaga pendidikan yang semakin tumbuh dan baik. Salah satu lembaga pendidikan terbaik saat ini adalah pesantren,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPSDM Provinsi Sulsel, Prof. Muhammad Jufri, menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya seremoni penghargaan, tetapi langkah strategis dalam membangun ekosistem pesantren yang aman dan ramah bagi anak-anak bangsa. “Acara ini bukan hanya seremonial, tetapi langkah nyata untuk menciptakan lingkungan pesantren yang lebih aman dan ramah bagi anak-anak,” ungkapnya.
Awarding Pesantren Ramah Anak 2025 diharapkan menjadi pemicu bagi seluruh pesantren di Sulawesi Selatan untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola, penguatan sistem perlindungan anak, dan mutu pendidikan keagamaan yang moderat, inklusif, dan humanis. (cut)