Provinsi

Tumbuhkan Dai Muda Berkarakter, Lomba Pidato PAI Fair 2025 Hadirkan 68 Peserta Terbaik Sulsel

Foto Kontributor
Wardiah

Kontributor

Kamis, 06 November 2025
...

MAKASSAR, (Kemenag Sulsel) — Hari kedua pelaksanaan PAI Fair Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2025 berlangsung penuh semangat dengan digelarnya Lomba Pidato Pendidikan Agama Islam (PAI). Kegiatan ini diikuti oleh 68 peserta dari tiga jenjang pendidikan — SD, SMP, dan SMA/SMK — yang mewakili 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

 

Lomba yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting ini menjadi ajang bagi para pelajar untuk menampilkan kemampuan berbicara di depan umum sekaligus menyampaikan gagasan keislaman yang inspiratif, edukatif, dan penuh makna.

 

Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam Kanwil Kemenag Sulsel, H. Fathurrahman, menyampaikan bahwa lomba pidato ini merupakan bagian penting dari penguatan karakter dan nilai-nilai keislaman generasi muda.

 

“Pidato bukan sekadar kemampuan berbicara, tapi juga sarana menanamkan nilai dakwah, kejujuran, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Kita ingin melahirkan generasi yang cerdas, santun, dan berjiwa pemimpin,” ujarnya.

 

Para peserta menampilkan pidato dengan tema beragam sesuai jenjangnya. Peserta SD mengangkat nilai-nilai moral dan kebiasaan baik, seperti “Taat dan Patuh kepada Orang Tua dan Guru adalah Kunci Kesuksesan” serta “Menjaga Persatuan dan Kesatuan”.

 

Sementara itu, peserta tingkat SMP lebih menonjolkan tema-tema kekinian seperti “Pentingnya Sikap Moderat dalam Beragama” dan “Menghindari Ucapan Buruk dan Hoaks”, yang mencerminkan semangat literasi digital berakhlak.

Adapun jenjang SMA/SMK tampil dengan isu yang lebih kompleks dan relevan, seperti “Bahaya Judi Online dan Pencegahannya” serta “Bijak Bersosial Media dalam Pandangan Islam”.

 

Dewan juri menilai peserta berdasarkan aspek isi pidato, gaya bahasa, vokal dan intonasi, ekspresi dan gestur, serta kepercayaan diri. Setiap pidato wajib memuat minimal satu ayat Al-Qur’an dan satu hadis, serta disampaikan dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar, diawali dengan muqaddimah berbahasa Arab.

 

Meski berlangsung secara daring, lomba berjalan lancar dan penuh antusiasme. Suara lantang para peserta, ekspresi percaya diri, dan gaya penyampaian yang beragam menciptakan suasana kompetitif sekaligus menginspirasi.

 

Salah satu dewan juri, H. Muhammad Rusli, mengaku terkesan dengan kualitas para peserta tahun ini.

 

“Banyak anak-anak yang sudah memiliki kemampuan retorika luar biasa. Mereka tidak hanya hafal teks, tapi juga memahami makna yang disampaikan. Ini bukti bahwa pembinaan PAI di sekolah berjalan dengan baik,” ungkapnya.

 

Lomba pidato PAI ini menjadi wadah bagi peserta untuk menyalurkan bakat dakwah dan komunikasi Islami yang moderat, damai, dan menyejukkan. Para juara pertama dari masing-masing jenjang akan mewakili Sulawesi Selatan pada ajang PAI Fair Tingkat Nasional Tahun 2025.

 

Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid, dalam arahannya kembali menegaskan bahwa PAI Fair bukan sekadar lomba, tetapi sarana pembentukan karakter pelajar yang religius dan berakhlak mulia.

 

“Anak-anak kita bukan hanya belajar berbicara, tetapi juga belajar menyampaikan kebenaran dengan santun dan hikmah. Itulah semangat dakwah yang sebenarnya,” ujarnya.

Dengan selesainya lomba pidato pada hari kedua ini, seluruh rangkaian PAI Fair 2025 semakin menunjukkan semangat generasi muda Sulawesi Selatan dalam meneguhkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, cerdas dalam berpikir, santun dalam berbicara, dan bijak dalam bertindak.

Editor: Mawardi

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default