ASN Adalah Tim: Kakankemenag Luwu Ajak Pegawai Perkuat Kekompakan Dan Pelayanan
Kontributor
Belopa (Kemenag Luwu) – Suasana pagi di Aula Kantor Kementerian Agama
Kabupaten Luwu berlangsung tertib saat ratusan ASN hadir mengikuti Upacara
Penghormatan bendera dan Doa dalam rangka Hari Kesadaran Nasional, Senin
(17/11/2025). Upacara yang rutin digelar setiap tanggal 17 ini bukan sekadar
seremoni bulanan, tetapi menjadi momen untuk meneguhkan kembali komitmen
pengabdian, persatuan, dan tanggung jawab sebagai aparatur negara.
Plt. Kepala Kankemenag Kabupaten Luwu, Drs. H. Jufri, MA, yang bertindak
sebagai pembina upacara, membuka amanat dengan penekanan yang menyentuh:
pentingnya silaturahmi dan kebersamaan dalam menjalankan tugas pelayanan.
“Pertemuan seperti ini sangat berarti. Ia bukan hanya mempertemukan tubuh
kita dalam barisan, tetapi mempertemukan hati kita dalam persaudaraan,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa pelaksanaan Upacara Hari Kesadaran Nasional adalah
amanat konstitusi dan ketetapan pemerintah, sebuah panggilan kedisiplinan yang
wajib dijalankan seluruh ASN. Namun dalam pelaksanaan kali ini, terdapat
inovasi yang memberikan warna berbeda, di antaranya pembacaan bersama Kode Etik
ASN.
Yang membuat suasana upacara semakin hidup, H. Jufri memberikan kesempatan
kepada peserta untuk menunjukkan kemampuan menghafal Kode Etik ASN dan Pembukaan
UUD 1945.
M. Satar tampil penuh percaya diri menghafalkan Kode Etik ASN, sementara Widiyawati
membacakan Pembukaan UUD 1945 dengan lantang dan artikulasi yang jelas. Keduanya
pun memperoleh apresiasi atas penampilan tersebut.
Dalam amanatnya, suasana berubah lebih emosional ketika H. Jufri
mengingatkan kembali harga mahal sebuah kemerdekaan.
“Negeri ini bukan hadiah. Negeri ini berdiri di atas pengorbanan para
syuhada—nyawa, harta, dan darah mereka mengalir menjadi jalan bagi kemerdekaan
kita,” ucapnya dengan suara yang penuh makna.
Ia menyadarkan bahwa generasi hari ini, dari generasi X hingga generasi Z, tidak
lagi menyaksikan beratnya perjuangan para pahlawan. Namun, orang tua dan
generasi sebelum kita masih membawa cerita pilu dan bangga tentang masa itu.
Karena itu, generasi sekarang harus terus menjaga ingatan sejarah agar tidak
pudar.
Ia menegaskan bahwa seluruh simbol negara, bahasa, bendera, lagu kebangsaan,
dan lambang negara harus tertanam dalam jiwa ASN sebagai penopang persatan
bangsa. “Tidak ada jaminan Indonesai akan terus kuat jika kita lengah. Masa depan
bangsa ini sangat ditentukan oleh kepedulian kita,” tegasnya.
H. Jufri juga menyoroti pentingnya pengamalan nilai-nilai ASN BerAKHLAK,
sebagaimana amanat UU No. 20 Tahun 2023, sebagai fondasi budaya kerja modern:
berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan
kolaboratif. Menurutnya, jika nilai-nilai itu benar-benar dihayati dan
diamalkan, maka ASN telah menjawab harapan bangsa.
Menjelang akhir amanat, H. Jufri kembali menyentuh sisi kemanusiaan ASN
sebagai pelayan publik.
“Tidak ada pekerjaan yang benar-benar kecil, dan tidak ada keberhasilan
yang benar-benar berdiri sendiri. Sekecil apa pun, kita butuh orang lain.
Sebesar apa pun tantangannya, jika kita bergotong royong, insya Allah semuanya
akan selesai. Kita ini tim,” tuturnya penuh penekanan.
Ia menutup amanat dengan ajakan untuk memperkuat kekompakan, meningkatkan
komunikasi, dan membangun rasa saling percaya. “Dengan kebersamaan, tugas kita
akan lebih mudah dan masyarakat akan merasakan pelayanan yang semakin baik.”Isl/
Um.