Daerah

Di Masjid Agung Bone, Menag Getarkan Hati Jamaah Dengan Pesan Taubat Dan Cinta Rasul

Jumat, 09 Januari 2026
...

Bone (Kemenag Luwu) – Masjid Agung Kabupaten Bone larut dalam alunan dzikir dan doa yang menggetarkan batin ba’da Isya, Rabu (7/1/2026). Ribuan jamaah dari berbagai lapisan masyarakat memadati masjid kebanggaan Bone itu untuk mengikuti Dzikir Akbar, Doa, dan Tausiyah dalam rangka Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, bersama jajaran Kementerian Agama, unsur Pemerintah Kabupaten Bone, tokoh agama, serta tokoh masyarakat. Dalam tausiyahnya, Menag mengajak seluruh umat untuk menjadikan bulan Rajab sebagai momentum taubat dan penyucian diri menuju Ramadhan.

“Rajab dan Sya’ban adalah bulan persiapan. Energi Ramadhan akan sangat kuat jika kita gunakan untuk mendaki langit dengan cepat. Dan jalan terbaik untuk itu adalah taubat,” ujar Menag di hadapan jamaah.

Menag menjelaskan bahwa taubat bermakna kembali sepenuhnya kepada Allah SWT, menyerahkan diri dengan kesadaran dan keikhlasan. Ia menegaskan bahwa tidak ada dosa yang terlalu besar bagi rahmat Allah, selama hamba-Nya sungguh-sungguh bertaubat dengan taubatan nasuha.

“Jangan khawatir datang kepada Allah membawa dosa sebesar apa pun. Jika kita bertaubat dengan sungguh-sungguh, Allah pasti mengampuninya,” tegasnya.

Dalam tausiyahnya, Menag juga mengulas kedudukan istimewa Rasulullah SAW. Ia mengutip firman Allah dalam Surah Al-Kahfi, ‘Innama ana basyarum mitslukum’ — bahwa Rasulullah adalah manusia seperti manusia lainnya, namun memiliki keistimewaan karena menerima wahyu.

Menag menyampaikan bahwa Rasulullah SAW adalah satu-satunya manusia yang diberi kemampuan oleh Allah untuk mengetahui, mendengar, dan mengenali umatnya meskipun telah wafat. Hal ini ditegaskan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, bahwa siapa pun yang bershalawat dan merindukan Rasulullah, maka beliau akan mengetahuinya dan memohonkan syafaat di hari kiamat.

Dengan suara bergetar, Menag mengisahkan sebuah hadis tentang Rasulullah SAW yang menangis bukan karena kesedihan, melainkan karena terharu. Rasulullah diperlihatkan oleh Allah umatnya yang hidup jauh setelah wafatnya, dan merekalah yang beliau sebut sebagai “kekasih-kekasihnya”.

“Para sahabat adalah sahabat beliau, tetapi umat yang beriman tanpa pernah melihat beliau, itulah kekasih Rasulullah,” ungkap Menag, membuat suasana masjid semakin haru.

Menag juga mengingatkan bahwa bermimpi bertemu Rasulullah SAW merupakan kabar gembira, sebagaimana hadis riwayat Muslim yang menyebutkan bahwa orang yang bermimpi bertemu Rasulullah akan bersama beliau di surga.

Menutup tausiyahnya, Menag mengajak jamaah yang pernah melakukan dosa besar—baik kepada Allah maupun kepada sesama manusia—untuk segera bertaubat, khususnya di bulan Rajab. Ia menegaskan bahwa Allah Maha Penerima Taubat dan Maha Pengampun.

“Jika merasa dosa terlalu besar, bertawassullah kepada Allah dan kepada kekasih-kekasih-Nya. Insya Allah, sebagaimana janji-Nya, Allah akan mengampuni,” pungkas Menag.

Kegiatan Dzikir Akbar ini menjadi momentum spiritual yang mendalam bagi masyarakat Bone, sekaligus meneguhkan semangat HAB ke-80 Kementerian Agama sebagai penguat nilai keimanan, kerukunan, dan harapan menuju kehidupan yang lebih berkah. Isl/Um.

Editor: Andi Baly

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default