Oleh : H. Alim Bahri, S.Ag
Penulis adalah Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gowa.
"Tor monitor, pak ketua?"
Tanya Gelo melalui gadget merk Sunsang yang dibelinya secara kredit selama 5 tahun.
HP sudah rusak, tagihan tetap datang.
"Anggota mau lapor, ketua," sambung Gelo lagi kepada Ammar yang menjadi koordinator lomba nyanyi mars dalam rangka Milad Kementerian Agama.
"Saya lagi bengkel motor," sahut Ammar di ujung telpon.
"Kamu hapal lagu Mars Kementerian Agama, Gelo?," Ammar balik bertanya.
"Sebagai insan Kemenag, kamu harus hapal di luar kepala lirik mars itu," sambungnya.
"Ya hapal dong, meski suara saya hancorr tapi gacor, pak ketua," ukas Gelo sekenanya.
"Coba nyanyikan sekarang, saya mau dengar," perintah Ammar.
Tidak menunggu lama Gelo segera bernyanyi penuh percaya diri meski suaranya sangat jauh dari kata merdu.
Kementerian Agama
Republik Indonesia
Ikhlas Beramal Jadi Semboyan
Layani Umat…
Membangun Bangsa
Berkhidmat Untuk Umat
Dalam Keberagaman
Bersatupadu Bergerak Dan Berkarya
Wujudkan…..
Negeri Yang Damai
Ammar yang mencermati lirik Mars Kemenag tertegun.
Dadanya menahan sesak. Ada segumpal haru memenuhi perasaannya.
Di tanggal 3 Januari ini
Kementerian Agama kini memasuki usia ke-80 tahun.
Perjalanan Kementerian Agama tercatat sejarah sebagai Kementerian yang nyaris seumur dengan Republik lndonesia.
Kementerian yang hadir dengan semboyan Ikhlas Beramal ini tentu saja menjadi garda terdepan dalam membimbing, membina dan mendidik umat agar tidak terciderai oleh konflik.
Kementerian ini hadir sebagai pondasi utama sekaligus penyokong pembangunan bangsa secara lahir batin dan akan senantiasa berkhidmat untuk bangsa dan negara.
Kementerian Agama hadir sebagai perekat yang kuat bagi negara lndonesia yang dikenal sebagai negara multikultural terbesar di dunia karena memiliki keberagaman sosio kultural dan kondisi geografis yang sangat banyak.
Kementerian Agama hadir sebagai konduktor untuk mengorkestrasi perbedaan paham dan keyakinan menjadi simponi yang damai dan harmonis.
Gelo melanjutkan nyayiannya dengan suara yang serak-serak jelek.
"Berkhidmah untuk Umat
Membina, Membimbing dan Mendidik.
Wujudkan Masyarakat
Taat Beragama
Wujudkan Masyarakat
Sejahtera Lahir dan Batin
Mantapkan Kerukunan Umat
dan Antar Umat Beragama
Beramar Ma’ruf Nahi Munkar Jalani …. Kehidupan.
Khidmat untuk Umat
Untuk Perdamaian
Untuk …..
Indonesia Jaya"
Ammar terpekur dalam hening yang datang tiba-tiba memenuhi ruang hatinya.
Ammar tidak terganggu oleh nada suara Gelo yang menyanyi tanpa ilmu vokal.
Ammar lebih fokus pada lirik mars tersebut yang sangat menggambarkan kontruksi dan peran Kementerian Agama di era kekinian.
Bagaimana kemudian Kementerian Agama harus hadir di tengah-tengah umat yang memiliki pluralitas yang sangat kompleks.
Bagaimana Kementerian Agama harus begitu piawai merajut benang-benang perbedaan itu agar terwujud kerukunan dan sinergitas antar elemen bangsa.
Dan bukankah ini semua tidak lepas dari keniscayaan bahwa Hablun minannas alias hubungan antar manusia harus betul-betul kuat dalam konteks apapun.
Kementerian Agama hadir untuk menata semua perbedaan dari para penganut agama agar bisa co-existence alias hidup berdampingan tanpa sekat primordialisme.
Inilah sesungguhnya hakikat hablun minannas itu sendiri, yakni terjalinnya relasi sosial sesama anak bangsa yang selalu berpedoman pada asas amar ma'ruf dan nahi mungkar.
Persis dengan tema HAB ke-80 ini yakni Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju.
Artinya di titik inilah kita bisa berharap lndonesia akan maju bila HABlun minannas antar elemen bangsa memiliki sinergitas yang kuat dalam suasana rukun dan damai.
"Tor monitor, ketua...", suara Gelo memecahkan perhatian Ammar ke lirik mars.
"Apa lagi?" Tanya Ammar agak jengkel
"Anggota mau lapor, ketua," kembali suara Gelo menggema di HP Ammar
"Lapor apa?" Kening Ammar berkerut.
"Anggota lapar, ketua"
Kata Gelo berharap ada jawaban tapi ternyata saudara-saudara..
Ammar sudah mematikan obrolan.