Daerah

Hadapi Semester Ganjil, PPTQ An Nail Gowa Gelar Pelatihan Pembuatan Soal

Foto Kontributor
Onya Hatala

Kontributor

Senin, 24 November 2025
...

Bontomarannu (Kemenag Gowa) -- Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) An Nail Gowa menggelar kegiatan pelatihan pembuatan soal sebagai langkah strategis menghadapi semester ganjil pada, Sabtu (22/11/2025). Bertempat di Masjid PPTQ An Nail Gowa, kegiatan ini diikuti oleh 31 guru yang dengan penuh semangat hadir untuk memperkuat kompetensi mereka dalam merancang evaluasi pembelajaran yang lebih efektif.  

Pelatihan ini menghadirkan pemateri utama, Ustadz Saifuddin Hanafi, Ketua Pokjawas Madrasah Kemenag Gowa. Dengan tema “Profesionalisme Guru Dalam Merancang Evaluasi Yang Efektif”, kegiatan ini menjadi wadah penting bagi para pendidik untuk memperdalam pemahaman tentang standar evaluasi yang sesuai dengan kebutuhan siswa sekaligus tuntutan kurikulum.  

Dalam sambutannya, Mudir PPTQ An Nail Gowa, Ahmad Aliudin, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh guru yang hadir. Ia menekankan bahwa komitmen guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran adalah kunci keberhasilan lembaga pendidikan. 

“Guru adalah ujung tombak pendidikan. Dengan pelatihan ini, saya berharap lahir soal-soal yang tidak hanya mengukur pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan kecerdasan spiritual siswa,” ungkapnya penuh harapan.  

Ahmad Aliudin juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan PPTQ An Nail Gowa dalam membangun budaya akademik yang profesional. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara guru, lembaga, dan pemerintah dalam menciptakan sistem evaluasi yang mampu mendorong siswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan berakhlak mulia.  

Sesi pemaparan materi oleh Ustadz Saifuddin Hanafi berlangsung interaktif. Ia menjelaskan bahwa pembuatan soal bukan sekadar menyusun pertanyaan, melainkan sebuah proses ilmiah yang membutuhkan analisis mendalam terhadap tujuan pembelajaran. 

“Soal yang baik harus mampu mengukur capaian kompetensi, bukan sekadar hafalan. Guru harus memahami taksonomi Bloom dan prinsip evaluasi agar soal yang dibuat benar-benar efektif,” jelasnya.  

Lebih lanjut, Ustadz Saifuddin menekankan pentingnya variasi bentuk soal, mulai dari pilihan ganda, uraian, hingga soal berbasis studi kasus. Menurutnya, variasi tersebut akan membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Ia juga memberikan contoh konkret bagaimana merancang soal yang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran di madrasah.  

Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi. Diskusi dan praktik langsung pembuatan soal menjadi bagian yang paling menarik, karena guru dapat menguji kemampuan mereka sekaligus mendapatkan masukan langsung dari pemateri. Suasana pelatihan terasa hidup, penuh semangat, dan sarat dengan komitmen untuk menghasilkan evaluasi pembelajaran yang berkualitas.(NS/OH)

Editor: Mawardi

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default