Daerah

Kakankemenag Makassar Tegaskan Penyuluh Harus Tunjukkan Kinerja Nyata Dan Berdampak Bagi Masyarakat

Foto Kontributor
Muhammad Imran

Kontributor

Selasa, 20 Januari 2026
...

Makassar (Kemenag Makassar) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, H. Muhammad, menegaskan pentingnya peningkatan kinerja, kualitas, dan dampak nyata penyuluh agama bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan saat memberikan arahan pada kegiatan Pembinaan Persiapan dan Pemantapan Kegiatan Penyuluh Agama se-Kota Makassar, yang dilaksanakan di Masjid HM Asyik Kota Makassar, Senin (19/1/2025).


Kegiatan ini diikuti oleh ratusan penyuluh agama dari seluruh agama yang bertugas di wilayah Kota Makassar. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasi Bimas Islam beserta staf, Ketua IPARI Provinsi Sulawesi Selatan, serta Ketua IPARI Kota Makassar.


Dalam sambutannya, Kakankemenag Kota Makassar menekankan bahwa seluruh ASN Kementerian Agama, termasuk penyuluh agama, harus menuntaskan kewajiban kinerja sebelum batas waktu yang telah ditetapkan.


“Seluruh kinerja ASN harus diselesaikan paling lambat 31 Januari, termasuk kinerja para penyuluh agama. Ini bukan sekadar administrasi, tetapi bentuk tanggung jawab profesional kita,” tegas H. Muhammad.


Ia juga mendorong para penyuluh untuk terus meningkatkan kualifikasi dan kompetensi, agar memiliki peluang naik jenjang karier dan pangkat.


“Penyuluh memiliki peluang pengembangan karier, bahkan hingga ke jenjang yang lebih tinggi, jika menunjukkan kinerja yang baik, terukur, dan konsisten,” ujarnya.


Lebih lanjut, H. Muhammad menekankan bahwa setiap penyuluh harus memiliki jejak kerja nyata sebagai bukti pengabdian di tengah masyarakat.

“Bekerjalah dengan sungguh-sungguh dan profesional. Jejak kerja itu penting, karena akan menjadi bukti kinerja dan menjadi pertimbangan dalam penilaian, termasuk dalam pemilihan Penyuluh Teladan dan Penyuluh Award,” jelasnya.


Menurutnya, program Kemenag Berdampak harus benar-benar terimplementasi di lapangan, terlebih penyuluh agama merupakan ujung tombak pelayanan keagamaan lintas agama.

“Penyuluh agama dari semua agama harus hadir dan berdampak. Tahun 2026, termasuk pada kegiatan Bulan Suci Ramadan dan program strategis lainnya, penyuluh wajib terlibat aktif dalam menyukseskan Asta Protas Kementerian Agama RI,” tambahnya.


Kegiatan pembinaan ini bertujuan untuk memantapkan kesiapan penyuluh agama dalam melaksanakan program kerja tahun berjalan, sekaligus menyatukan persepsi terkait arah kebijakan Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas layanan keagamaan kepada masyarakat.


Melalui kegiatan ini, diharapkan para penyuluh agama semakin profesional, adaptif, dan mampu menghadirkan solusi keagamaan yang menyejukkan, memperkuat moderasi beragama, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan sosial dan spiritual masyarakat Kota Makassar.

Editor: Andi Baly

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default