Provinsi

Kakanwil Ajak Insan BSI Teguhkan Nilai Syariah Dan Integritas Dalam Pelayanan

Foto Kontributor
Fatri Andy

Kontributor

Kamis, 27 November 2025
...

Makassar, (Kemenag Sulsel) -- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. Ali Yafid, M.Pd.I, menyampaikan tausiyah pada kegiatan Taujih Bank Syariah Indonesia (BSI) Regional Office X Makassar yang digelar di Graha BSI Lantai 5, Jalan Ratulangi, Kamis 27 November 2025.


Kegiatan bertema “Menumbuhkan Nilai-Nilai Syariah, Akhlak Mulia & Pembelajaran yang Selaras dengan People Code” tersebut menjadi forum penguatan ruhiyah dan budaya kerja pegawai BSI. Program ini direncanakan berlangsung rutin setiap bulan sebagai bagian dari pembinaan spiritual dan profesionalitas SDM BSI.


RCEO BSI Kanwil Makassar, Sukma Priyardi, dalam sambutannya menegaskan bahwa Taujih merupakan wadah penting untuk menjaga semangat kerja, memperkuat nilai syariah, serta menginternalisasi empat nilai utama People Code BSI: purposeful work, growth mindset, dynamic action, dan beyond the limit.


“Kegiatan ini kami gelar secara reguler untuk menumbuhkan nilai syariah, akhlak mulia, dan budaya kerja yang konsisten. Kami berharap insan BSI dapat bekerja bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi menghadirkan kebermanfaatan bagi umat,” ujarnya.


Sukma juga menyinggung sejumlah tantangan yang dihadapi industri perbankan, termasuk dinamika operasional serta pengaruh pinjaman online maupun judi online. Menurutnya, hal ini menjadikan pembinaan ruhiyah sebagai kebutuhan penting dalam menjaga integritas dan kualitas layanan.


Mengawali tausiyahnya, Kakanwil Kemenag Sulsel menekankan pentingnya nilai keikhlasan dan istiqamah dalam melaksanakan amanah, khususnya bagi pegawai yang berkarya di lingkungan lembaga keuangan syariah.


“Jika nilai itu dijaga dengan konsisten dan ikhlas, insyaallah hasilnya akan tampak. BSI bukan hanya tempat bekerja, tetapi sarana memperluas kebermanfaatan bagi masyarakat,” ungkapnya.


Ia kemudian menjelaskan dua prinsip Al-Qur’an dalam penunjukan seseorang untuk sebuah tugas, yakni Al-Qawiy (kompeten) dan Al-Amin (amanah). Keduanya, kata Ali Yafid, merupakan fondasi penting dalam membangun profesionalitas dan integritas di seluruh lini layanan perbankan syariah.


“Kompetensi dan amanah adalah dua syarat yang disebut dalam Surah Al-Qasas. Nilai ini sangat relevan dengan dunia kerja, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.


Kakanwil turut mengapresiasi sinergi kelembagaan antara Kementerian Agama dan BSI, terutama dalam mendukung berbagai layanan publik, termasuk pengelolaan penggajian lebih dari 17.000 ASN Kemenag se-Sulawesi Selatan.


“BSI adalah mitra kerja kami dalam mendukung kelancaran layanan publik. Kehadiran saya hari ini sebagai bentuk penguatan kolaborasi tersebut,” ujarnya.


Menutup tausiyahnya, Kakanwil mengajak seluruh insan BSI untuk memandang pekerjaan sebagai ladang amal jariah yang memberi manfaat jangka panjang, baik bagi masyarakat maupun diri sendiri.


“Melayani jamaah haji, membantu masyarakat mengelola keuangan, hingga mendorong mereka berhijrah ke layanan syariah adalah amal yang terus mengalir. Jika orang lain merasakan kebaikan melalui layanan kita, insyaallah kita juga mendapatkan kebaikan di sisi Allah,” tutupnya.

Editor: Mawardi

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default