Provinsi

Kakanwil Kemenag Sulsel Tegaskan Mahasiswa Garda Terdepan Rawat Kerukunan Di Ruang Digital

Foto Kontributor
Fatri Andy

Kontributor

Kamis, 15 Januari 2026
...

Makassar, (Kemenag Sulsel) — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. Ali Yafid, menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam merawat kerukunan umat beragama dan memperkuat moderasi beragama, khususnya di ruang digital yang kini menjadi ruang utama interaksi generasi muda.


Hal tersebut disampaikannya pada kegiatan Penguatan Moderasi Beragama dan Dakwah Inklusif bagi Mahasiswa yang digelar Kanwil Kemenag Sulsel bekerja sama dengan Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulsel di Auditorium K.H. Muhyiddin Zain UIM, Rabu 15 Januari 2026. 


Ali Yafid menegaskan bahwa penguatan moderasi beragama merupakan fokus kebijakan nasional Kementerian Agama melalui program prioritas Asta Protas, yang menempatkan penguatan kerukunan umat beragama berbasis kemanusiaan sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.


“Kerukunan umat beragama adalah aset besar Indonesia. Di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya, bangsa ini mampu bertahan karena kuatnya moderasi beragama. Inilah yang harus terus dirawat, terutama oleh generasi muda,” tegasnya.


Ia menjelaskan bahwa moderasi beragama bukan berarti mengaburkan keyakinan, melainkan bersikap teguh dalam akidah sekaligus menghormati perbedaan sebagai realitas sosial.


“Kita meyakini agama kita secara absolut, tetapi tetap menerima perbedaan dan menjunjung nilai kemanusiaan. Toleransi bukan sekadar hidup berdampingan, tetapi membangun kerja sama sosial demi kemajuan bangsa,” jelasnya.


Ali Yafid juga mengungkapkan bahwa Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) Sulawesi Selatan berada pada angka 82,3, lebih tinggi dari rata-rata nasional 77,89, yang mencerminkan kuatnya praktik moderasi beragama di Sulawesi Selatan.


Sebagai wujud konkret penguatan program berdampak, sebanyak 200 lebih mahasiswa UIM Al-Gazali dideklarasikan sebagai Agen Kerukunan, siap menjadi duta moderasi beragama di lingkungan kampus, masyarakat, dan ruang digital.


Kakanwil juga mendorong sinergi berkelanjutan dengan perguruan tinggi melalui riset, pengabdian masyarakat, serta pelibatan mahasiswa dalam pengembangan program Kementerian Agama agar moderasi beragama tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan umat.


Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Muammar Bakry, Apt. Alwiyah Nur Syarif, Dr. H. Mardywati Yunus, dan Badruddin Kaddas sebagai narasumber, serta diawali doa oleh Ketua MUI Sulsel AGH. Prof. H. Najmuddin Abduh Shafa.


Antusiasme peserta sepanjang kegiatan mencerminkan kesiapan mahasiswa UIM Al-Gazali untuk menjadi agen dakwah damai yang menebarkan pesan toleransi, persatuan, dan kemanusiaan di era digital.

Editor: Ajeng

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default