Kanwil Kemenag Sulsel Siapkan Mahasiswa Jadi Garda Depan Moderasi Beragama Dan Dakwah Damai
Kontributor
Makassar, (Kemenag Sulsel) – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan menyiapkan mahasiswa sebagai garda terdepan penggerak moderasi beragama dan dakwah damai melalui kegiatan Penguatan Moderasi Beragama dan Dakwah Inklusif bagi Mahasiswa yang akan digelar Kamis, 15 Januari 2026, di Auditorium KH. Muhyiddin Zain Universitas Islam Makassar (UIM).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis Kanwil Kemenag Sulsel dalam memperkuat peran generasi muda sebagai agen perdamaian, penangkal narasi ekstrem, serta pelopor dakwah yang menyejukkan di ruang-ruang digital maupun sosial.
Pemantapan pelaksanaan kegiatan tersebut dibahas dalam rapat persiapan yang berlangsung Senin, 12 Januari 2026, di Kanwil Kemenag Sulsel, bersama Tim Bina Lembaga dan Kerukunan Umat Beragama (KUB).
Berbasis kolaborasi antara Kanwil Kemenag Sulsel, Universitas Islam Makassar, dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulsel, kegiatan ini akan melibatkan sekitar 200 mahasiswa lintas latar belakang. Mereka akan dibekali pemahaman moderasi beragama, strategi dakwah digital, etika bermedia sosial, serta pendekatan dakwah inklusif yang adaptif terhadap keberagaman masyarakat.
Tidak hanya penguatan kapasitas, kegiatan ini juga akan dirangkaikan dengan pengukuhan mahasiswa sebagai Duta Kerukunan dan Deklarasi Hidup Damai sebuah komitmen nyata untuk menghadirkan praktik toleransi dan dialog lintas iman di ruang publik.
Program ini merupakan implementasi langsung Asta Program Prioritas (Asta Protas) Menteri Agama RI, AGH Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, khususnya pada program Membangun Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan serta penguatan Layanan Keagamaan Berdampak.
Ketua Tim Bina Lembaga dan Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kanwil Kemenag Sulsel, Mallingkai Ilyas, menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam menjaga harmoni bangsa.
“Mahasiswa adalah simpul perubahan. Mereka perlu hadir sebagai penyampai pesan damai, agen literasi keagamaan yang moderat, serta pelopor dakwah yang menyejukkan di tengah derasnya arus informasi digital,” ujarnya.