Daerah

Kemenag Barru Hidupkan Kembali Jejak Pejuang Di Napak Tilas Paccekke 2025

Foto Kontributor
Arga Probowisesa

Kontributor

Senin, 01 Desember 2025
...

Barru, Kemenag Barru — Tim Napak Tilas yang dipimpin Kepala KUA Kecamatan Tanete Rilau, Abd. Rahman Awan, S.Pd.I., M.H., memulai perjalanan panjang dari Monumen Garongkong, Kecamatan Barru menuju Monumen Paccekke, Kecamatan Soppeng Riaja. Kegiatan yang digelar pada 29/11/25 ini merupakan bagian dari rangkaian Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025 — Napak Tilas Paccekke 2025 — dan menandai penghidupan kembali memori perjuangan para pejuang lokal di masa Revolusi.

Rute sepanjang sekitar 27 kilometer itu dilepas dalam apel pagi yang juga dihadiri pejabat daerah, yakni Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si.; Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si.; dan Sekda Kabupaten Barru, Abubakar, S.Sos., M.Si. Hadir pula keluarga pewaris sejarah, termasuk Andi Ilhamsyah Mattalatta, putra dari tokoh pejuang Andi Mattalatta. Dalam sambutannya sebelum pelepasan, Bupati Andi Ina Kartika Sari menyampaikan amanah: "Terima kasih atas semangatnya dan keinginannya mengikuti kegiatan ini. Ini tahun pertama dan insyaAllah kita ingin ada terus, kita lanjutkan di masa pemerintahan kami."

Napak Tilas Paccekke diselenggarakan sebagai peringatan pendaratan dan perjalanan pasukan perjuangan pada masa Revolusi, salah satu tokoh sentralnya adalah Andi Mattalatta. Monumen Garongkong berperan sebagai titik pendaratan strategis sebelum rombongan melanjutkan perjalanan menuju Paccekke — lokasi pertemuan-pertemuan penting yang berkontribusi pada pembentukan kekuatan militer di Sulawesi. Kegiatan ini dimaksudkan tidak hanya untuk mengenang peristiwa sejarah tetapi juga menumbuhkan kesadaran sejarah dan semangat kebangsaan generasi sekarang.

Panitia menetapkan target waktu tiba di garis finish mulai pukul 15.00 hingga batas waktu pukul 18.00 WITA. Panitia juga memprediksi durasi perjalanan dengan berjalan kaki dapat mencapai hingga 7 jam, tergantung kondisi peserta dan cuaca. Selama rute, peserta akan melewati sejumlah titik bersejarah yang akan menjadi lokasi singgah singkat untuk pembacaan riwayat peristiwa dan doa bersama.

Kegiatan ini melibatkan unsur pemerintah daerah, aparat kecamatan, tokoh masyarakat, serta pelajar dan warga umum yang ingin menyatakan penghormatan kepada para pahlawan. Kepala KUA Tanete Rilau, Abd. Rahman Awan, S.Pd.I., M.H., yang memimpin rombongan, menegaskan bahwa Napak Tilas selain sebagai bentuk penghormatan juga sebagai sarana edukasi sejarah langsung bagi generasi muda agar nilai-nilai perjuangan tidak terlupakan.

Panitia mengimbau peserta untuk mematuhi arahan keselamatan, membawa perbekalan secukupnya, dan menjaga kebersamaan sepanjang perjalanan. Untuk informasi logistik, titik-titik pos kesehatan dan istirahat telah disiapkan sepanjang rute oleh penyelenggara bekerja sama dengan unsur terkait.

Dengan digelarnya Napak Tilas Paccekke 2025, penyelenggara berharap semangat kepahlawanan dan gotong-royong yang diwariskan para pendahulu dapat terus hidup di hati masyarakat Barru dan sekitarnya, serta menjadi pengikat nilai-nilai kebangsaan di tengah tantangan zaman.(Arga)

Editor: Andi Baly

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default