Provinsi

Kemenag Sulsel Refleksi Dan Perkuat Sinergi Jelang Estafet Penyelenggaraan Haji

Foto Kontributor
Mawardi

Kontributor

Kamis, 18 September 2025
...

Makassar, (Kemenag Sulsel) – Suasana sejuk Malino, Kabupaten Gowa, menjadi lokus pertemuan penting penyelenggara haji Sulawesi Selatan dalam kegiatan Peningkatan Team Work Penyelenggara Haji 2025 yang berlangsung 17–19 September 2025. Kegiatan ini menjadi momentum krusial, bukan hanya sebagai pembekalan kepemimpinan, melainkan juga sebagai upaya memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam menghadapi fase baru penyelenggaraan haji di Indonesia.

Tahun 2025 menjadi periode bersejarah, karena untuk terakhir kalinya Kementerian Agama memegang penuh amanah penyelenggaraan haji dan umrah sebelum estafet beralih ke Kementerian Haji dan Umrah RI mulai tahun depan. Forum di Malino ini pun dipandang strategis untuk menyatukan persepsi, meneguhkan komitmen, dan memastikan transisi berjalan mulus tanpa mengurangi kualitas layanan jemaah.

Kegiatan dibuka Rabu malam, 17 September 2025. Usai menyanyikan Indonesia Raya, Kabid PHU Kanwil Kemenag Sulsel, H. Ikbal Ismail, selaku Ketua Panitia, menyampaikan laporan. Ia menyebut kegiatan ini berlandaskan UU No. 8/2019, PMA No. 13/2021, dan DIPA TA 2025, dengan tema “Koordinasi dan Kolaborasi untuk Meningkatkan Pelayanan kepada Jemaah Haji.”

Sebanyak 100 peserta hadir, terdiri dari perwakilan Kanwil Kemenag Sulsel, Kankemenag Kabupaten/Kota, UPT Asrama Haji Embarkasi Makassar, dan FK-KBIHU Sulsel. Turut hadir Kepala Kanwil, Kabag TU, para Kepala Bidang, Kepala Kankemenag, Kepala UPT Asrama Haji, pengurus FK-KBIHU, serta motivator Rijal Jamal.

Dalam sambutannya, Ikbal menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan dan mengingatkan pentingnya rendah hati dalam melayani. 

“Amanah ini adalah estafet yang harus kita jaga bersama. Jangan pernah merasa angkuh atau merasa cukup. Pelayanan jemaah tidak akan berhasil tanpa koordinasi yang baik lintas sektor,” ujarnya.

Kakanwil Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid, menambahkan bahwa kebersamaan adalah fondasi utama dalam pelayanan haji. 

“Haji bukan hanya perjalanan ibadah, tetapi juga perjalanan pengabdian kita kepada umat. Mari kita jadikan kegiatan ini pengikat komitmen bersama. Koordinasi dan kolaborasi adalah kunci. Pelayanan akan bernilai ibadah jika dilaksanakan dengan kelembutan, kesabaran, dan ketulusan,” tegasnya.

Agenda kegiatan dilanjutkan dengan sesi penguatan leadership dan komitmen pelayanan oleh Rijal Jamal. Pada hari kedua, peserta mengikuti aktivitas team building bersama Maraja Adventure yang dirancang untuk melatih kekompakan, kepercayaan, dan koordinasi tim melalui berbagai simulasi dan permainan. Aktivitas ini menegaskan kembali bahwa pelayanan haji tidak bisa berjalan sendiri, melainkan harus didukung oleh kerja sama tim yang solid.

Kegiatan akan ditutup pada Jumat, 19 September 2025, dengan sesi evaluasi sekaligus peneguhan komitmen pelayanan oleh Kabid PHU. Momentum ini menjadi catatan sejarah: setelah lebih dari setengah abad, tongkat estafet penyelenggaraan haji dan umrah berpindah dari Kementerian Agama ke Kementerian Haji dan Umrah RI, dengan harapan pelayanan tetap terjaga bahkan semakin meningkat. (Diah)

Editor: Mawardi

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default