Kemenag Sulsel Terima Anugerah Tanda Cinta PAI
Kontributor
Makassar, KEMENAG SULSEL - Kementerian Agama Sulawesi Selatan melalui Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam (PAI), H. Fathurrahman, menerima Anugerah Tanda Cinta Pendidikan Agama Islam (PAI) dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama.
Penyerahan dilakukan oleh Direktur Pendidikan Agama Islam, M. Munir, pada acara penutupan Grand Final Olimpiade dan Semarak Lomba PAI, di Hotel Mercure Convention Center Ancol Jakarta Utara, Selasa 2 November 2025 malam.
Apresiasi Anugerah Tanda Cinta PAI Kategori Kepala Bidang PAI/PAKIS/Pendis Kanwil Kemenag Provinsi, juga diberikan kepada empat Kabid lainnya, dari Kanwil Kemenag Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta, atas sinergi, terobosan, dan inovasi kebijakan yang berdampak langsung pada penguatan kualitas pembelajaran PAI.
Untuk Kategori Pemerintah Daerah Provinsi, penghargaan diberikan kepada provinsi dengan komitmen tata kelola, afirmasi kebijakan, dan keberhasilan memperkuat kualitas pendidikan agama di sekolah.
Penghargaan diserahkan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, H. Kamaruddin Amin kepada Provinsi DKI Jakarta, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi dan Aceh.
Sedangkan untuk Kategori Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota diberikan kepada lima daerah yang dinilai berhasil menghadirkan ekosistem kolaboratif antara pemerintah daerah, guru PAI, Kementerian Agama dan Masyarakat, yakni Kabupaten Blora, Kota Makassar, Kota Padang, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Banyuwangi. Penyerahan dilakukan Dirjen Pendis, Amin Suyitno.
Menurut Sekjen Kemenag, Anugerah Tanda Cinta PAI, adalah bentuk penghargaan negara kepada daerah yang benar-benar hadir dalam memperkuat karakter generasi muda.
‘’Anugerah Tanda Cinta PAI diberikan atas dedikasi serta kontribusi signifikan dalam memajukan ekosistem pendidikan agama di sekolah,’’ sebutnya.
Sekjen juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah daerah, sekolah, ormas keagamaan, dan tenaga pendidik.
Sementara itu Dirjen Pendis, menyoroti perlunya inovasi berkelanjutan dalam pembelajaran PAI, serta pemberdayaan guru.
“Saya berharap pembinaan PAI di sekolah berjalan dengan arah yang benar. Meski tantangan ke depan menuntut kita menghadirkan inovasi, memperkuat kompetensi guru, dan memastikan pembelajaran agama menjadi ruang yang menyenangkan, relevan, dan membentuk karakter,” tegasnya.
Dia juga mengapresiasi daerah yang menerima anugerah atas komitmen mereka mengembangkan program dan ekosistem pendukung PAI hingga pada level akar rumput.
‘’Penguatan PAI bukan hanya soal lomba, tetapi upaya kolektif memastikan nilai-nilai agama tumbuh seiring kemajuan teknologi dan perubahan sosial,” ujarnya.
Direktur PAI berharap, prestasi dan penghargaan yang diberikan mampu menjadi energi baru bagi transformasi pendidikan agama Islam di sekolah–sekolah seluruh Indonesia.
Olimpiade PAI 2025 menampilkan peserta dari seluruh Indonesia yang berkompetisi pada cabang lomba MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur'an), MHQ (Musabaqah Hafalan Al-Qur'an), pidato, poster, video kreatif, cover lagu, cipta lagu, hingga olimpiade PAI.
Dalam gelaran ini, Jawa Barat menunjukkan dominasinya sebagai provinsi dengan raihan juara terbanyak, dan keluar sebagai juara umum. (Sudir)