Daerah

Ketulusan Yang Berbuah Prestasi: Feature Anggi, Juara II Penais Award 2025

Foto Kontributor
HUMAS KEMENAG SELAYAR

Kontributor

Rabu, 10 September 2025
...

Selayar (Kemenag_Selayar) Di balik sosoknya yang sederhana, siapa sangka Anggi Anggraini menyimpan tekad besar untuk menebarkan nilai-nilai kejujuran dan integritas. Setiap pagi ia memulai hari bukan dengan ambisi mengejar gelar atau penghargaan, melainkan dengan niat tulus: mendampingi umat agar lebih dekat pada ajaran agama, sekaligus sadar bahwa korupsi adalah musuh bersama yang harus diperangi.

Sebagai penyuluh agama Islam di KUA Kecamatan Buki Kabupaten Kepulauan Selayar Provinsi Sulawesi Selatan, Anggi sering terlihat hadir di tengah masyarakat khususnya di lingkungan sekolah dengan senyum ramah. Tak jarang ia mengajak para siswa dan guru berbincang ringan saat jam istirahat atau selepas shalat berjamaah, lalu perlahan menyinggung tentang bahaya korupsi. “Saya percaya, pesan moral akan lebih mudah diterima jika disampaikan dengan hati,” tuturnya suatu ketika.

Dari ruang-ruang sederhana itulah, kiprah Anggi bergaung hingga ke panggung nasional. Setelah menjadi nominator PAI Award di tingkat nasional untuk kategori Penyuluhan Anti Korupsi, ia kemudian otomatis mewakili Sulawesi Selatan  dalam ajang Penais Award tingkat nasional. Di hadapan para juri, dengan penuh keyakinan Anggi memaparkan pengalamannya dalam memberikan penyuluhan anti korupsi melalui program IMANI (Insan Muda Anti Korupsi). Agar lebih meyakinkan, kegiatan penyuluhannya ditayangkan dalam bentuk video yang menggambarkan langkah nyata yang dilakukannya untuk mengkampanyekan anti korupsi di tengah-tengah masyarakat, khususnya di kalangan anak muda.

Hasilnya mengejutkan sekaligus membanggakan. Anggi berhasil meraih Juara II kategori Penyuluhan Anti Korupsi Penais Award Nasional tahun 2025. Air matanya menetes saat namanya diumumkan. Bagi Anggi, penghargaan itu bukan semata tentang dirinya, melainkan tentang kepercayaan dan doa banyak orang yang ia bimbing selama ini.

“Prestasi ini saya persembahkan untuk keluarga, masyarakat Selayar, dan semua penyuluh agama di pelosok negeri. Semoga ini jadi bukti bahwa kerja ikhlas tidak pernah sia-sia,” ucapnya haru.

Kini, Anggi kembali ke rutinitasnya: mendatangi majelis taklim, menyapa anak-anak remaja, hingga duduk bersama orang tua di masjid. Meski sudah mengukir prestasi nasional, ia tetap rendah hati, memilih untuk terus melangkah di jalan pengabdian.

Di matanya, penghargaan hanyalah bonus. Yang utama adalah bagaimana pesan anti korupsi bisa benar-benar hidup dalam hati masyarakat utamanya di kalangan anak muda. Dari ketulusan itulah, Anggi mengajarkan bahwa perubahan besar bisa lahir dari langkah-langkah kecil, asal dijalani dengan cinta dan konsistensi. (Sy)

Editor: Andi Baly

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default