Daerah

Mantapkan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, MTs Ponpes Babul Khaer Gelar Workshop

Foto Kontributor
Vira Maulidya

Kontributor

Senin, 02 Februari 2026
...

Bulukumba, (Kemenag Bulukumba) — Madrasah Tsanawiyah (MTs) Pondok Pesantren Babul Khaer Kalumeme, Kabupaten Bulukumba, menggelar Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada Kamis–Jumat (29–30/01/2026). Kegiatan ini berlangsung di lingkungan madrasah dan diikuti oleh seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan MTs Pondok Pesantren Babul Khaer.

Workshop ini menghadirkan dua narasumber berkompeten di bidang pendidikan, yakni Ketua Pokjawas Kementerian Agama Kabupaten Bulukumba, H. Ridwan, S.Pd., M.Pd, serta Pengawas Bina Kementerian Agama Kabupaten Bulukumba, Hj. Nirmayani, S.Ag., M.Pd.I.

Kepala MTs Pondok Pesantren Babul Khaer, H. Subehan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan madrasah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis nilai-nilai kemanusiaan dan karakter. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, didahului dengan Training Motivasi Guru yang diselenggarakan oleh Yayasan Pondok Pesantren Babul Khaer pada Rabu (28/01/2026).

“Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta serta menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam di ruang kelas,” ujar H. Subehan.

a menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan ikhtiar untuk mengembalikan ruh pendidikan pada nilai-nilai kemanusiaan. “Guru bukan sekadar pengajar, tetapi juga penumbuh jiwa, penggerak hati, dan penanam nilai,” tuturnya.

Lebih lanjut, H. Subehan mengajak seluruh guru untuk menjadi agen perubahan di kelas. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan peserta didik untuk tumbuh menjadi pribadi yang utuh—cerdas secara intelektual, lembut dalam rasa, serta kuat dalam karakter.

Sementara itu, H. Ridwan, selaku pemateri pada hari pertama, menekankan pentingnya pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta yang menempatkan empati, welas asih, dan kepedulian sebagai fondasi utama dalam proses pembelajaran. Ia mengajak para guru untuk memperdalam perencanaan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada hasil akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepribadian peserta didik.

Pada hari kedua, Hj. Nirmayani menegaskan bahwa guru di era saat ini dituntut untuk berperan sebagai fasilitator yang mampu menghidupkan suasana kelas melalui kedekatan emosional yang positif. Ia juga menekankan pentingnya refleksi serta perencanaan pembelajaran yang mampu menggugah hati dan pikiran peserta didik secara menyeluruh.

Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta ini ditutup dengan pembacaan doa dan sesi foto bersama dalam suasana penuh kebersamaan. Diharapkan, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan ini dapat menjadi bekal berharga dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di MTs Pondok Pesantren Babul Khaer. (Chaerul/Vira)

Editor: Mawardi

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default