Melepas Dengan Hormat, Menyambut Dengan Doa: KUA Hadirkan Semangat Baru Pelayanan Umat
Kontributor
Belopa (Kemenag Luwu) – Serah terima jabatan (Sertijab) Kepala Kantor
Urusan Agama (KUA) se- Kabupaten Luwu berlangsung khidmat sejak 1 hingga 4
Desember 2025. Rangkaian agenda dimulai di KUA Kecamatan Belopa dan ditutup di
KUA Kecamatan Walenrang Timur. Kegiatan dihadiri Plt. Kakankemeg Kabupaten
Luwu, Drs. H. Jufri, MA, Kasubag TU, Kasi Bimas Islam, Staf Kepegawaian Kemenag
Luwu, Camat, Kepala Desa/Lurah, Imam Desa, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, H. Muh. Suyuti, yang kini bertugas sebagai Kepala
KUA Kecamatan Suli, menyampaikan rasa syukur atas kebersamaan dan dukungan
seluruh jajaran KUA, tokoh agama, serta masyarakat selama menjalankan amanah di
tempat tugas sebelumnya.
“Alhamdulillah, amanah sebagai KUA Belopa Utara dan Plt. KUA Belopa telah
saya tunaikan hingga hari ini. Semoga ini bukan akhir, tetapi menjadi pintu
kebaikan berikutnya. Staf sangat dewasa dan madiri, sehingga saya hanya
mengarahkan. Semuanya berjalan sesuai aturan, “ ujarnya.
Sementara itu, Drs. Kisman, Kepala KUA Belopa yang baru, menekankan
pentingnya sinergi dan kesamaan visi dalam meningkatkan kualitas layanan kepada
masyarakat.
“Mari kita jadikan Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai tempat pelayanan yang
aman, cepat, dan tepat,” pesannya. Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan
program KUA membutuhkan dukungan dari Imam Desa serta seluruh elemen
masyarakat. “Pengalaman kami masih perlu diperkaya dengan bimbingan pimpinan
dan para pendahulu,” tambahnya.
Kepala Kantor Kemenag Luwu, Drs. H. Jufri, MA, dalam arahannya menegaskan
bahwa sertijab merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan
memperkuat kinerja dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Mutasi diharapkan menghadirkan semangat baru. Kita berterima kasih kepada
pejabat lama atas pengabdian dan pelayanan prima, termasuk pembinaan keluarga
sakinah serta layanan pencatatan nikah dan rujuk,” ungkapnya.
H. Jufri juga menyoroti pentingnya penguatan moderasi beragama, kolaborasi
lintas pihak, serta peningkatan kualitas pendataan umat mulai dari data
kelahiran, pernikahan, hingga jumlah jamaah haji.
“Kita harus saling menghargai tanpa melihat agama, suku, atau budaya. Bahkan
alam pun perlu dijaga. Program ekoteologi mengajarkan bahwa semua makhluk
adalah ciptaan Allah dan patut disayangi,” tegasnya.
Menutup sambutannya, H. Jufri mengajak seluruh jajaran KUA untuk terus
berinovasi, menjaga integritas, dan mempererat hubungan dengan para pemangku
kepentingan di kecamatan dan kelurahan guna memperkuat pelayanan kepada
masayarakat. Isl/Um.