Provinsi

MQKI 2025 Bukti Soliditas Dan Kapasitas Sulsel Jadi Tuan Rumah Event Internasional

Foto Kontributor
Ajeng

Kontributor

Selasa, 02 Desember 2025
...

Makassar (Kemenag Sulsel) – Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menggelar evaluasi pelaksanaan Musabaqah Qiraatil Kutub Internasional (MQKI) 2025) yang berlangsung pada 1–3 Desember 2025. Evaluasi ini digelar setelah pembukaan MQKI pada 1 Desember dan dihadiri jajaran pimpinan pusat serta daerah.


Hadir dalam kegiatan ini Koordinator Staf Khusus Menteri Agama, Dr. Farid F. Saenong, Direktur Pesantren Dr. H. Basnang Said, Ketua PWNU Sulsel KH. Hamzah Harun Al-Rasyid, Kakanwil Kemenag Sulsel, Kepala Bidang PD Pontren Sulsel dan jajarannya, Kakan Kemenag Wajo, serta pimpinan Pesantren As’adiyah dan panitia lokal.


Dalam evaluasinya, Dr. Farid F. Saenong menyampaikan apresiasi atas kerja kolektif seluruh pihak dalam menyukseskan MQKI.


“Dukungan seluruh pihak pada pelaksanaan ajang ini luar biasa. MQKI sebagai event internasional pertama menjadi pembelajaran besar bagi kita untuk pelaksanaan berikutnya yang lebih matang dan lebih besar,” ujarnya.


Ia menambahkan bahwa kesuksesan ini menjadi investasi penting dalam memperkenalkan karakter kepesantrenan Indonesia ke dunia.


Sementara itu, Direktur Pesantren, Dr. H. Basnang Said, menekankan bahwa pelaksanaan MQKI tidak hanya memberikan dampak keagamaan dan pendidikan, tetapi juga efek ekonomi bagi masyarakat.


“MQKI bukan hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga menggerakkan perputaran ekonomi lokal. Ribuan peserta, pendamping, dan tamu yang hadir memberi dampak nyata bagi sektor perhotelan, UMKM, kuliner, transportasi, dan jasa lainnya,” ujarnya.


Kakanwil Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa keberhasilan MQKI 2025 merupakan bukti soliditas seluruh jajaran dan kesiapan Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah event berskala besar.


“MQKI 2025 menunjukkan bahwa Sulawesi Selatan memiliki kapasitas, kesiapan, dan soliditas untuk menjadi tuan rumah agenda nasional maupun internasional. Kolaborasi antara pusat, provinsi, kabupaten/kota, pesantren, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan kita,” tegasnya.


Beliau juga menambahkan bahwa dampak positif MQKI terasa hingga ke tingkat akar rumput, baik bagi pesantren maupun masyarakat sekitar.


Panitia melaporkan bahwa total 59 event terselenggara pada MQKI 2025, yang terdiri atas event utama Majelis MQK Nasional dan Internasional, serta rangkaian kegiatan pendukung lainnya. Seluruh kegiatan ini melibatkan tidak kurang dari 107.000 manpower, mencerminkan skala besar dan kompleksitas penyelenggaraan.


Dr. Yusi Damayanti menyampaikan bahwa capaian ini hanya mungkin terwujud melalui koordinasi lintas unit, dukungan pimpinan, serta kontribusi pesantren dan masyarakat setempat. Evaluasi ini diharapkan memperkuat pelaksanaan MQKI berikutnya agar semakin matang dan berdampak.


MQKI 2025 di Sulawesi Selatan bukan hanya menjadi momentum sejarah bagi pesantren Indonesia, tetapi juga menunjukkan kesiapan daerah dalam menyukseskan event berskala internasional. Dengan evaluasi ini, Kemenag RI berkomitmen meningkatkan kualitas penyelenggaraan ke depan, sekaligus memperkuat peran pesantren sebagai pilar penting dalam karakter Islam Indonesia.

Editor: Ajeng

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default