Pembina Tahfizh As’adiyah Galung Beru Ikuti Sertifikasi Dewan Hakim MTQ Provinsi Sulsel 2026
Kontributor
Bulukumba, (Kemenag Bulukumba) — Pembina Tahfizh Pondok Pesantren As’adiyah Galung Beru Kabupaten Bulukumba, Jusman Imam, mengikuti kegiatan Sertifikasi Peningkatan Kompetensi Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Jam’iyyatul Qurra Wal Huffazh Nahdlatul Ulama (PW JQHNU) Sulawesi Selatan sebagai upaya meningkatkan kualitas, profesionalitas, serta standarisasi penilaian dewan hakim MTQ di tingkat provinsi.
Kegiatan sertifikasi tersebut digelar di Pondok Pesantren Al-Imam Ashim Makassar Kampus II Antang, Ahad (1/2/2026). Sejumlah narasumber nasional dan internasional turut dihadirkan, di antaranya Syaikh Dr. Mohammed Eldesouki Amin Mohammed Kahilah, pakar Qira’at dan Rasm asal Mesir; Dr. H. Rijal Ahmad Rangkuti, Kasubdit MTQ Kementerian Agama RI; Drs. KH Hasan Basri, Qari Internasional sekaligus Dewan Hakim Nasional; KH Syam Amir Yunus, Ketua PW JQHNU Sulsel/Dewan Hakim Nasional; H. Wahyadi Syarifuddin, Ketua Tim Pengembangan Seni Budaya Islam dan MTQ/MTQH; serta Syaharuddin, Juara Nasional Cabang Kaligrafi.
Kegiatan Sertifikasi Dewan Hakim MTQ ini secara resmi dibuka oleh Ketua PW JQHNU Sulsel, KH Syam Amir Yunus. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa dewan hakim memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas dan keadilan pada setiap pelaksanaan MTQ.
"Dewan hakim bukan hanya bertugas menilai secara teknis, tetapi juga memegang amanah spiritual yang besar. Integritas, objektivitas, dan transparansi dewan hakim sangat menentukan lahirnya generasi pembaca Al-Qur’an yang unggul. Karena itu, pemahaman teknis dan keterampilan mereka harus terus ditingkatkan,” tutur KH Syam Amir Yunus yang juga Pimpinan PPTQ Al-Imam Ashim Makassar."
Pada kegiatan ini, Jusman Imam memilih kategori penilaian bidang Tahfizh, Tajwid, dan Fashohah. Ia mengaku bersyukur dan bahagia dapat mengikuti kegiatan sertifikasi tersebut. Menurutnya, sertifikasi ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas akademik dan teknis pembina dalam mendampingi santri, sekaligus berkontribusi pada pelaksanaan MTQ yang objektif dan berkualitas.
"Alhamdulillah, sangat senang mengikuti kegiatan ini. Silaturahmi dapat, ilmu juga bertambah. Insya Allah pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dapat diimplementasikan secara nyata dalam proses pembinaan tahfizh, serta memberikan dampak positif bagi peningkatan prestasi santri pada ajang MTQ, baik di tingkat daerah maupun nasional,” ujarnya.
Kegiatan Sertifikasi Calon Dewan Hakim MTQ ini diikuti ratusan peserta yang berasal dari qari-qariah nasional dan internasional, serta para hafidz dan hafidzah perwakilan PC JQHNU kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. (Jsi/Vira)