Daerah

Peringati HJG Ke-705, Kepala MIM Sicini : Jaga Harga Diri Dan Peduli Sesama Adalah Identitas Orang Gowa

Foto Kontributor
Onya Hatala

Kontributor

Selasa, 18 November 2025
...

Parigi (Kemenag Gowa). MI Muhammadiyah Sicini menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Jadi Gowa ke-705, Senin (17/11/2025). Upacara berlangsung khidmat dengan seluruh peserta mengenakan pakaian adat daerah, menciptakan suasana yang sakral dan penuh penghormatan terhadap sejarah Gowa.

Peringatan ini menjadi momentum mengingat kembali kejayaan Kerajaan Gowa, kerajaan maritim terbesar di kawasan timur Nusantara. Kerajaan ini terbentuk dari penyatuan sembilan kasuwiang yang sebelumnya kerap bertikai, sebelum menobatkan Tumanurung Bainea sebagai pemimpin pertama. 

Kerajaan Gowa mencapai masa puncaknya pada era Sultan Hasanuddin, Raja Gowa ke-16. Selain itu, Gowa merupakan kerajaan pertama di Sulawesi yang menjadikan Islam sebagai agama resmi di masa Sultan Alauddin. Dari lingkungan kerajaan inilah lahir ulama besar Syekh Yusuf Al-Makassari, tokoh internasional yang berjasa dalam penyebaran Islam hingga Afrika Selatan.

Tahun ini juga menjadi momen bersejarah bagi Kabupaten Gowa karena untuk pertama kalinya sejak era Tumanurung Bainea, Gowa kembali dipimpin oleh seorang perempuan. Masyarakat berharap momentum ini menjadi awal kebangkitan kembali kejayaan Gowa di masa kini.

Dalam amanatnya, Kepala MI Muhammadiyah Sicini, Najamuddin, menekankan pentingnya menjaga harkat dan martabat sebagai orang Gowa melalui nilai siri’ na pacce. “Menjaga harga diri dan peduli kepada sesama adalah identitas kita sebagai orang Gowa,” ujarnya.

Najamuddin juga mengingatkan pentingnya memurnikan ajaran Islam di tengah tradisi lokal yang masih bercampur dengan kepercayaan lama. “Sebagai lembaga pendidikan Muhammadiyah, kita bertanggung jawab menjaga kemurnian tauhid dan menghindari praktik yang bisa menjerumuskan pada syirik,” jelasnya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa nilai-nilai moral dan budaya Makassar juga harus dijaga, termasuk aksara Lontara. “Kerajaan Gowa adalah satu kerajaan besar di Nusantara yang memiliki aksara sendiri. Ini bukti majunya ilmu pengetahuan di era kejayaan Gowa. Warisan ini harus kita jaga dan lestarikan bersama,” tambahnya.

Upacara turut disaksikan para orang tua yang berdiri di luar lapangan dengan penuh antusias. Mereka mengikuti jalannya kegiatan dengan serius, terutama saat amanat kepala madrasah disampaikan.

Usai upacara, guru, siswa, dan orang tua siswa menikmati aneka tradisional yang disiapkan melalui kerja sama paguyuban orang tua siswa. Suasana kebersamaan tersebut semakin mempererat hubungan sekolah dan paguyuban orangtua siswa.(Naja/OH)

Editor: Mawardi

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default