Daerah

Perkuat Layanan Keagamaan Dan Pesantren, Wali Kota Makassar Hadiri Ramah Tamah HAB Ke-80 Kemenag

Foto Kontributor
Muhammad Imran

Kontributor

Rabu, 21 Januari 2026
...

Makassar (Kemenag Makassar)— Kementerian Agama Kota Makassar menggelar Ramah Tamah Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80 di Jalan Rappocini Raya, Makassar, Rabu (21/1/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penguatan sinergi antara Pemerintah Kota Makassar dan Kementerian Agama dalam memperkuat layanan keagamaan, menjaga harmoni sosial, serta meningkatkan kesejahteraan umat.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan H. Ali Yafid, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar H. Muhammad, Kepala BPN Kota Makassar Adri Virly Rachman, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh agama, serta jajaran ASN Kemenag Kota Makassar.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Makassar menyerahkan sertifikat tanah wakaf kepada tiga lembaga keagamaan, yakni Pondok Tahfiz Jamiatul Khair, Yayasan Ibnu Mahyudin Nurdin, dan Yayasan Khairul Ummah. Penyerahan dilakukan bersama Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Kepala Kemenag Kota Makassar, dan Kepala BPN Kota Makassar.

H. Muhammad mengungkapkan bahwa sejak tahun 2022 hingga 2025, Kementerian Agama Kota Makassar telah berhasil menerbitkan lebih dari 200 sertifikat tanah wakaf, sebagai bentuk perlindungan aset umat dan kepastian hukum bagi lembaga keagamaan.

“Sertifikasi tanah wakaf merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi aset umat. Ini penting agar tanah wakaf dapat dimanfaatkan secara optimal, aman, dan berkelanjutan untuk kepentingan keagamaan serta sosial masyarakat,” ujar H. Muhammad.

Selain itu, Wali Kota Makassar juga mengukuhkan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kota Makassar, yang dihadiri seluruh pimpinan pondok pesantren se-Kota Makassar. Pengukuhan ini diharapkan memperkuat koordinasi, sinergi, dan peran strategis pesantren dalam pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak dan berdaya saing.

Dalam sambutannya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyampaikan apresiasi atas kontribusi Kementerian Agama Kota Makassar dalam menjaga kerukunan umat beragama dan harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

“Kami mengapresiasi peran strategis Kementerian Agama Kota Makassar dalam memperkuat kehidupan keagamaan dan menjaga harmoni sosial. Ini adalah tugas mulia yang menyentuh langsung aspek moral dan spiritual masyarakat,” ungkap Munafri.

Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk terus mendukung penguatan layanan keagamaan, termasuk di wilayah kepulauan. Salah satunya melalui percepatan penyediaan lahan dan penguatan sistem pelayanan Kantor Urusan Agama (KUA) di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang.

“Dengan hadirnya layanan KUA di wilayah kepulauan, masyarakat pulau dapat memperoleh layanan keagamaan yang adil dan setara, tanpa harus menempuh jarak jauh ke pusat kota,” tambahnya.

Munafri juga menekankan pentingnya membangun toleransi dan kebersamaan secara sistematis melalui kebijakan dan program nyata, bukan sekadar jargon.

“Keberagaman adalah pilar, toleransi adalah menara yang menyatukan. Semua itu harus dibangun dengan perencanaan yang matang agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Munafri memaparkan sejumlah program Pemkot Makassar di sektor sosial dan keagamaan, termasuk perluasan jaminan sosial bagi masyarakat, penetapan Perda Pengelolaan Pesantren, serta dukungan terhadap percepatan sertifikasi tanah wakaf bekerja sama dengan BPN.

“Insyaallah tahun ini sertifikasi tanah wakaf akan berjalan lebih baik. Ini bagian dari upaya menghadirkan kesejahteraan umat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel H. Ali Yafid mengapresiasi kepemimpinan Wali Kota Makassar dalam memperkuat layanan keagamaan, khususnya perhatian terhadap wilayah kepulauan dan pesantren.

 “Kehadiran KUA di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang menjadi bukti bahwa Pemerintah Kota Makassar benar-benar hadir melayani masyarakat hingga wilayah terluar. Sinergi seperti ini adalah modal utama membangun kehidupan beragama yang rukun dan berkeadaban,” ungkap Ali Yafid.

Ia juga menyebut Makassar sebagai daerah yang layak menjadi contoh nasional karena berhasil membangun kebersamaan antara pemerintah, Kementerian Agama, dan seluruh elemen masyarakat.

Sebelumnya Kepala Kemenag Kota Makassar H. Muhammad menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Makassar atas kehadiran dan dukungan terhadap Kementerian Agama. Ia juga melaporkan bahwa Kemenag Kota Makassar berhasil meraih juara umum pada peringatan HAB Kemenag RI ke-80 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Bone.

H. Muhammad menegaskan bahwa Kemenag Kota Makassar akan terus menyukseskan delapan Asta Protas Kemenag RI yang berdampak langsung kepada masyarakat, meliputi penguatan kerukunan dan cinta kemanusiaan, layanan keagamaan berdampak, pemberdayaan pesantren dan rumah ibadah, hingga digitalisasi tata kelola.

 “Kami berharap sinergi dengan Pemerintah Kota Makassar terus diperkuat agar seluruh program keagamaan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.


Editor: Andi Baly

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default