Daerah

Plt. Kakan Kemenag Bulukumba Bawa Misi Syiar Islam Lewat Ceramah Isra Mi’raj Di Bantaeng

Foto Kontributor
Vira Maulidya

Kontributor

Selasa, 20 Januari 2026
...

Bulukumba, (Kemenag Bulukumba) - Kementerian Agama Kabupaten Bulukumba kembali menunjukkan perannya dalam mendukung syiar Islam melalui kehadiran Plt. Kepala Kantor Kemenag Bulukumba, H. Misbah, sebagai penceramah pada peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Besar Taqwa Tompong, Kota Bantaeng, Ahad (18/01/2026) ba’da isya.

Kehadiran pimpinan Kemenag Bulukumba tersebut menjadi wujud komitmen institusi dalam berkontribusi aktif pada kegiatan keagamaan lintas daerah, sekaligus memperkuat peran Kementerian Agama sebagai motor pembinaan umat dan majelis taklim di tengah masyarakat.

Dalam tausiahnya, H. Misbah menguraikan latar belakang terjadinya peristiwa Isra’ Mi’raj sebagai salah satu mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW setelah Al-Qur’an. Ia menjelaskan bahwa peristiwa agung ini terjadi setelah Nabi melalui masa-masa berat dalam kehidupannya.

Menurutnya, sebelum Isra’ Mi’raj, Nabi Muhammad SAW mengalami tiga peristiwa besar yang sangat menguras kesabaran dan keteguhan hati, yakni wafatnya istri tercinta Siti Khadijah sebagai pendukung utama dakwah, wafatnya paman beliau Abu Thalib sebagai pelindung Nabi, serta semakin beratnya tekanan dakwah setelah kehilangan dua figur penting tersebut. Rangkaian cobaan itu membuat tahun tersebut dikenal sebagai ‘Aamul Huzni atau Tahun Kesedihan. Dalam kondisi itulah, Allah SWT mengutus Malaikat Jibril untuk menghibur Nabi melalui peristiwa agung Isra dan Mi’raj.

“Peristiwa Isra Mikraj merupakan bentuk kehendak Allah SWT. Kalau Allah mau, bisa terjadi,” tegas H. Misbah di hadapan jamaah.

Lebih lanjut, Plt. Kakan Kemenag Bulukumba menekankan bahwa dari peristiwa Isra’ Mi’raj inilah Allah SWT menetapkan kewajiban sholat lima waktu bagi umat Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, setiap peringatan Isra’ Mi’raj hendaknya dijadikan momentum untuk mengevaluasi kualitas sholat dan ibadah lainnya.

“Sholat lima waktu adalah hadiah atau oleh-oleh dari peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.

Di akhir ceramah, H. Misbah yang juga merupakan pimpinan Kemenag Bulukumba berpesan agar seluruh jamaah, khususnya para orang tua, terus mendidik dan membiasakan anak-anak melaksanakan sholat lima waktu sejak dini, terutama dengan meramaikan masjid. Menurutnya, pembiasaan ibadah sejak kecil merupakan investasi penting dalam membentuk generasi yang beriman dan berakhlak mulia. (Afiev)

Editor: Andi Baly

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default