Daerah

Pura Agung Cakra Bhuwana Diresmikan, Hadirkan Ruang Ibadah Dan Harmoni Di Maros

Foto Kontributor
Ajeng

Kontributor

Selasa, 03 Februari 2026
...

MAROS, KEMENAG SULSEL — Pura Agung Cakra Bhuwana Brigif Para Raider 3/3 Kostrad Kariango diresmikan sebagai rumah ibadah umat Hindu setelah melalui proses pembangunan sejak tahun 2018. Peresmian ini menjadi momentum penguatan kehidupan keagamaan sekaligus potret harmoni umat beragama di Kabupaten Maros. Kehadiran pura yang berada di antara masjid dan gereja di kawasan Brigif Para Raider 3/3 Kostrad mencerminkan kehidupan beragama yang tumbuh berdampingan secara damai dan saling menghormati di Sulawesi Selatan.


Kegiatan tersebut dihadiri Asisten 1 Pemprov Sulsel, unsur Pemerintah Daerah, Unsur TNI, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Sulsel beserta jajaran, Kepala Dinas Pariwisata Kab. Badung, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Maros, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulsel dan Kab. Maros, Pimpinan Majelis Agama Sulsel, dan para rohaniawan.


Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara Melaspas sebagai peresmian secara niskala (spiritual), sebelum dilanjutkan dengan peresmian secara kelembagaan. Pura Agung Cakra Bhuwana dikelola secara bersama oleh umat Hindu Dharma dan diharapkan menjadi pusat pembinaan spiritual, kebudayaan, serta penguatan nilai kebangsaan.


Dalam laporan panitia yang disampaikan Ketua PHDI Sulawesi Selatan, Gede Durrahman, disebutkan bahwa pembangunan Pura Agung Cakra Bhuwana telah dirintis sejak tahun 2018 dan terwujud melalui semangat gotong royong serta dukungan berbagai pihak. Dukungan tersebut termasuk bantuan dan fasilitasi dari Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, dalam proses pembangunan pura sebagai bentuk solidaritas lintas daerah dan komitmen menjaga kerukunan umat beragama.


Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Nyoman Rudiarta, yang mewakili Bupati Badung, menegaskan bahwa dukungan tersebut dilandasi semangat persaudaraan dan kebersamaan. Menurutnya, keberagaman merupakan kekuatan yang harus dijaga bersama.


“Keberagaman adalah kekuatan. Kehidupan beragama yang rukun hanya dapat terwujud melalui kebersamaan, saling menghormati, dan komitmen untuk menjaga harmoni,” ujarnya.


Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadiran Pura Agung Cakra Bhuwana tidak hanya dimaknai sebagai bertambahnya sarana ibadah, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan keagamaan yang inklusif dan berdampak nyata bagi umat.


Menurutnya, rumah ibadah memiliki peran strategis dalam membentuk kualitas keberagamaan masyarakat. Tidak hanya sebagai tempat ritual, tetapi juga ruang pembinaan nilai moral, etika sosial, dan persaudaraan kemanusiaan.


“Agama tidak berhenti pada simbol dan seremoni. Nilai-nilai agama harus hadir dalam perilaku, dalam cara kita memperlakukan sesama, dan dalam sikap kita menjaga kedamaian bersama,” ujar Ali Yafid.


Ia menambahkan bahwa kebijakan Asta Protas Kementerian Agama menempatkan penguatan kerukunan umat beragama dan layanan keagamaan berdampak sebagai prioritas. Dalam konteks tersebut, rumah ibadah diharapkan menjadi pusat penguatan moderasi beragama yang menumbuhkan rasa saling percaya dan menghormati di tengah keberagaman.


“Kerukunan tidak lahir dengan sendirinya. Ia tumbuh dari kesadaran, keteladanan, dan komitmen bersama untuk menjadikan agama sebagai sumber kedamaian,” tegasnya.


Peresmian Pura Agung Cakra Bhuwana di Kabupaten Maros diharapkan tidak hanya memperkuat kehidupan spiritual umat Hindu, tetapi juga menjadi simbol toleransi, kerukunan, dan persaudaraan kebangsaan yang terus terawat di Sulawesi Selatan.

Editor: Ajeng

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default