Raih Prestasi-Prestise-Prasasti, Kakan Kemenag Tutup HAB Kemenag Barru
Kontributor
Barru, (Kemenag Barru) — Rangkaian Perayaan Hari Amal Bakti Ke-80 resmi berakhir di tingkat Kemenag Barru usai penyerahan hadiah dan apresiasi kepada para pemenang lomba HAB tingkat Kemenag Barru, mulai dari lomba karaoke putri dan putra hingga tadarrus metode Al-Bagdadi. Penutupan secara resmi dilaksanakan sebagai salah satu agenda Upacara Hari Kesadaran Nasional yang digelar di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barru, Senin (19/01/26).
Dihadiri Kepala Kantor Kemenag Barru H. Irman, Kepala Kantor Kemenhaj Barru, Ketua DWP Kemenag Barru, para pejabat dan pimpinan kantor, Kepala KUA, serta Kepala Madrasah Negeri se-Kabupaten Barru, upacara juga dirangkaikan dengan penyerahan Satya Lencana Karya Satya kepada ASN yang dinilai telah mengabdi dengan penuh loyalitas. Serta pemberian penghargaan kepada tim humas yang dinilai berperan besar dalam mengangkat citra dan kinerja institusi sepanjang pelaksanaan HAB tingkat provinsi.
Dalam amanatnya, H. Irman menegaskan bahwa momen Hari Kesadaran Nasional kali ini bukan sekadar rutinitas bulanan, tetapi menjadi ruang refleksi bersama atas perjalanan dan capaian Kemenag Barru selama HAB. Ia merangkum capaian Kemenag Barru dalam tiga kata kunci yang disebutnya sebagai 3P: Prestasi, Prestise, dan Prasasti. “Saya bisa pastikan kita sudah sukses tiga P. Prestasi, prestise, dan prasasti,” tegasnya.
Pada aspek prestasi, H. Irman mengakui bahwa upaya maksimal telah dilakukan dalam mendukung seluruh tim yang bertanding di HAB. “Di HAB saya support mati-matian tim kita. Rezeki saya sampai di situ, tapi kita tetap bersyukur karena kita bisa mengangkat nama Kemenag Kabupaten Barru,” ungkapnya dengan jujur.
Sementara dari sisi prestise, ia menilai posisi Kemenag Barru semakin diperhitungkan di tingkat provinsi. “Kita tidak dipandang sebelah mata. Bukan juara umum, tapi paling sering naik menerima hadiah. Hampir semua kategori kita ada juaranya,” katanya.
Adapun prasasti, menurutnya bukan hanya soal penghargaan, tetapi juga jejak pembangunan yang bisa dirasakan dalam jangka panjang. “Lapangan di belakang yang baru dibangun itu saya anggap prasasti. Cita-cita saya ke depan, Kemenag Barru punya aula yang representatif, bisa dilengkapi videotron,” ujarnya.
Lebih jauh, H. Irman mengajak seluruh ASN untuk berkontemplasi, menempatkan pekerjaan sebagai bagian dari ibadah dan pengabdian. “Kalau kata Pak Menteri, mari kita berkontemplasi, merenung. Apa saja yang sudah kita terima dari Kemenag. Jangan cuma mau jadi pegawai biasa, cita-cita harus tinggi,” pesannya.
Menutup amanatnya, H. Irman menyampaikan rasa haru atas kebersamaan yang ia rasakan di Kemenag Barru. “Saya terharu dengan kebersamaan di Barru. Kebersamaan seperti ini, jujur, saya temukan sesuatu yang tidak ada di tempat lain,” pungkasnya.(Arga)