Provinsi

Refleksi Kepemimpinan Dan Anugerah Kerukunan 2025, Kemenag Sulsel Tegaskan Transformasi Layanan Keagamaan Yang Berdampak

Foto Kontributor
Ajeng

Kontributor

Selasa, 30 Desember 2025
...

Makassar, Kemenag Sulsel — Sebagai bagian dari refleksi kinerja dan penguatan arah transformasi layanan keagamaan, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan menggelar kegiatan Capaian Kinerja, Refleksi Kepemimpinan, dan Anugerah Kerukunan 2025. Kegiatan ini mengusung tema “Transformasi Layanan Keagamaan Berbasis Nilai, Dampak, dan Keberlanjutan” dan dilaksanakan secara hybrid. (Selasa, 30 Desember 2025)


Kegiatan ini menjadi ruang refleksi kepemimpinan sekaligus forum dialog terbuka antara Kementerian Agama dan para pemangku kepentingan lintas sektor dalam memperkuat kualitas layanan keagamaan di Sulawesi Selatan.


Hadir dalam kegiatan tersebut pimpinan dan jajaran Kanwil Kemenag Sulsel, Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan, serta kepala madrasah dan kepala Kantor Urusan Agama (KUA). 


Turut hadir pula tokoh agama, tokoh masyarakat, serta mitra kerja strategis, antara lain Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), organisasi kemasyarakatan keagamaan, lembaga pendidikan, dan berbagai stakeholder terkait.


Kegiatan diawali dengan laporan Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sulsel, H. Aminuddin, yang memaparkan capaian kinerja sepanjang tahun 2025. Dalam laporannya disampaikan bahwa berbagai program strategis telah dijalankan sebagai implementasi Asta Protas Menteri Agama, yang merupakan turunan dari Asta Cita Presiden Republik Indonesia.


Disampaikan pula hasil evaluasi Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI yang menempatkan Kanwil Kemenag Sulsel pada nilai 3,47 dengan kategori baik.


“Kalau kami yang menilai diri, tentu alhamdulillah luar biasa. Namun yang terpenting adalah bukti di lapangan. Program berjalan, layanan dirasakan, dan dampaknya bisa dilihat langsung oleh masyarakat,” ujarnya.


H. Aminuddin menegaskan bahwa forum ini tidak dimaksudkan sebagai ajang apresiasi internal semata, melainkan ruang terbuka untuk menerima masukan dari masyarakat dan stakeholder lintas agama.


“Kami ingin mendengar respon dan masukan dari para tokoh agama, majelis lintas agama, dan tokoh pemuda, agar pelayanan keagamaan ke depan semakin baik dan semakin relevan,” tambahnya.


Kegiatan ini kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. Ali Yafid. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa transformasi layanan keagamaan tidak dapat berjalan parsial, melainkan harus menyentuh seluruh aspek pelayanan publik Kementerian Agama.


“Transformasi layanan keagamaan itu harus menyeluruh. Mulai dari penguatan kerukunan, peningkatan kualitas pendidikan, layanan yang berdampak, hingga tata kelola birokrasi yang akuntabel dan transparan,” tegas Ali Yafid.


Dalam refleksi kepemimpinannya, Kakanwil menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025, Kanwil Kemenag Sulsel mencatat sejumlah capaian penting. Selain penguatan kerukunan umat beragama yang tercermin dari Indeks Kerukunan Umat Beragama Sulawesi Selatan sebesar 82,3, Kemenag Sulsel juga fokus pada peningkatan kualitas layanan keagamaan yang lebih dekat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.


Di bidang pendidikan keagamaan, penguatan peran madrasah dan lembaga pendidikan keagamaan terus didorong melalui peningkatan mutu layanan dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Sementara di tingkat akar rumput, KUA didorong bertransformasi menjadi pusat layanan keagamaan yang solutif, tidak hanya dalam urusan administrasi, tetapi juga pembinaan umat dan penguatan moderasi beragama.


Selain itu, tata kelola organisasi dan akuntabilitas kinerja juga menjadi perhatian serius. Hal ini tercermin dari hasil evaluasi Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI yang memberikan nilai 3,47 (kategori baik) kepada Kanwil Kemenag Sulsel.


“Capaian ini tentu belum sempurna. Karena itu, masukan dari para stakeholder hari ini menjadi bagian penting agar layanan keagamaan ke depan semakin berdampak dan berkelanjutan,” ujar Kakanwil.


Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Kanwil Kemenag Sulsel juga menyelenggarakan Anugerah Kerukunan 2025. Anugerah ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada tokoh dan lembaga yang dinilai konsisten berkontribusi dalam membangun dialog, memperkuat toleransi, serta menjaga persaudaraan dan harmoni antarumat beragama di Sulawesi Selatan.


Anugerah Kerukunan 2025 menjadi simbol bahwa kerukunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi kerja bersama seluruh elemen masyarakat.


Kegiatan ini turut menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Kepala BPSDM Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Muhammad Jufri, S.Psi., M.Si., M.Psi., Psikolog, Rektor Universitas Islam Makassar, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., M.A., serta Ketua Program Studi S3 Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, Dr. Hj. Yuspiani, M.Pd.


Daftar Penerima Anugerah Kerukunan 2025


Kategori Penggerak Kerukunan

1. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel

2. Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) Wilayah Sulselbara

3. Keuskupan Agung Makassar

4. Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sulsel

5. Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Sulsel

6. Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Sulsel

7. Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Sulsel


Kategori Komitmen Tinggi dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama

1. Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., M.A.

2. Prof. Dr. H. Arifuddin Ahmad, M.Ag.


Kategori Tokoh Inspiratif dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama

  1. Prof. Dr. H. Wahyuddin Naro, M.Hum.

Editor: Mawardi

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default