Daerah

Revitalisasi BKM, Kakankemenag Gowa : Imam, Garda Terdepan Jaga Kedamaian

Foto Kontributor
Onya Hatala

Kontributor

Jumat, 29 Agustus 2025
...

Bontonompo (Kemenag Gowa). Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa, Jamaris Khalik didampingi Kepala Seksi Bimas Islam, Tajuddin membuka Revitalisasi Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) yang dilaksanakan oleh Bimas Islam Kemenag Gowa di KUA Kecamatan Bajeng dan KUA Kecamatan Bontonompo, Kamis (28/8/2025).

Dalam laporannya, Tajuddin menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh pengurus BKM se-Kabupaten Gowa dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang di Kecamatan Bajeng dan 30 orang di Kecamatan Bontonompo.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk menertibkan administrasi masjid, memakmurkan masjid, sekaligus menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi umat. Perwakilan BKM yang hadir diharapkan dapat membawa semangat ini untuk seluruh masyarakat Kabupaten Gowa,” ungkapnya.

Sementara itu, Kakan Kemenag Gowa, Jamaris dalam arahannya menekankan bahwa BKM sejatinya bukan hal baru, namun perlu direvitalisasi agar tetap berfungsi optimal. Ia mencontohkan langkah kolaborasi dengan Baznas melalui IPIM guna mendukung kesejahteraan imam di masa mendatang.

“Pasca pembubaran BKM, kita perlu memastikan masjid tetap menjadi pusat persatuan umat, bukan justru dimanfaatkan oleh paham-paham yang dapat merusak persatuan bangsa. Kemenag harus tampil sebagai perekat nomor satu dalam menjaga kebhinnekaan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar imam, penyuluh, dan pengurus masjid menjadi garda terdepan dalam menjaga kedamaian. “Jangan ada pungli biaya nikah di masyarakat. Saat ini kita juga sedang menjalankan program bersama Kejati dan Pertanahan untuk sertifikasi tanah masjid. Banyak masjid yang masih di luar kontrol pemerintah, bahkan digunakan untuk provokasi. Padahal masjid seharusnya menjadi tempat sejuk, yang mendekatkan perbedaan, dan membangun masyarakat rahmatan lil ‘alamin,” tambahnya.

Kakankemenag juga menekankan bahwa imam memiliki kedudukan terhormat dalam struktur pemerintahan sebagai pemegang fungsi keagamaan yang tidak dapat digantikan. Karena itu, para imam dan penyuluh diharapkan mampu menebarkan semangat kebersamaan, persaudaraan, dan cinta damai, tidak hanya antar sesama muslim tetapi juga kepada non-muslim.

“Kita saling mengingatkan. Jika ada potensi masalah yang bisa membahayakan masyarakat, selesaikan dengan baik-baik. Kita ingin masjid benar-benar berfungsi sebagai pusat perdamaian dan pemberdayaan umat,” pungkasnya.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Suhufi Abdullah dari MUI kabupaten Gowa.(ANK) 

Editor: Andi Baly

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default