Provinsi

Sinergi Kemenag-Pemkot Makassar Jadi Sorotan, Kakanwil Nilai Layak Jadi Contoh Sulsel

Foto Kontributor
Andi Baly

Kontributor

Rabu, 21 Januari 2026
...

MAKASSAR, KEMENAG SULSEL — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid menilai hubungan kerja yang dibangun Kemenag Kota Makassar dengan Pemkot Makassar bukan sekadar seremonial, tetapi telah menjelma menjadi kolaborasi nyata yang berdampak langsung pada penguatan layanan keagamaan masyarakat.

Penilaian tersebut disampaikan Ali Yafid dihadapan Walikota Munafri Arifuddin saat menghadiri Ramah Tamah Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80 yang digelar Kementerian Agama Kota Makassar di Jalan Rappocini Raya, Makassar, Rabu 21 Januari 2026.

“Kehadiran Wali Kota Makassar pada kegiatan ini menunjukkan sinergitas dan koordinasi antara Kementerian Agama dan pemerintah kota terjalin dengan sangat baik. Ini harus menjadi contoh bagi seluruh kabupaten dan kota lainnya di Sulawesi Selatan,” tegas Ali Yafid.

Ali Yafid juga mengapresiasi perhatian Pemerintah Kota Makassar yang telah menyiapkan lokasi pembangunan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kepulauan Sangkarrang sebagai bentuk komitmen memperluas layanan keagamaan hingga wilayah kepulauan.

“Terima kasih, Pak Wali. Tugas kami di Kementerian Agama adalah membangun kantornya,” ujarnya.

Selain itu, Ali Yafid memberikan apresiasi khusus terhadap kekompakan internal Kementerian Agama Kota Makassar yang dinilainya menjadi kunci keberhasilan berbagai capaian, termasuk keberhasilan Makassar meraih juara umum Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Hari Amal Bakti Kemenag yang baru-baru ini digelar di Kabupaten Bone.

“Kekompakan, sinergitas, dan kebersamaan adalah kunci. Tidak mungkin juara dan keberhasilan diraih tanpa kekompakan,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyampaikan apresiasi atas peran strategis Kementerian Agama Kota Makassar dalam memperkuat kehidupan keagamaan dan menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

“Kami mengapresiasi kehadiran dan peran Kantor Kementerian Agama Kota Makassar dalam menjaga harmoni sosial serta memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat,” ujar Munafri.

Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk terus mendorong pemerataan layanan keagamaan hingga ke wilayah kepulauan, termasuk penguatan Kantor Urusan Agama di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang.

“Pemkot Makassar mendorong percepatan penyediaan lahan dan penguatan sistem pelayanan KUA di Kepulauan Sangkarrang. Kami berharap tahun ini dapat segera diresmikan,” katanya.

Appi, sapaan akrab orang nomor satu di Pemerintahan Kota Makassar ini menilai Kementerian Agama merupakan lembaga yang sangat vital karena tidak hanya mengatur administrasi umat beragama, tetapi juga menyentuh aspek moral dan spiritual masyarakat.

“Menyatukan perbedaan dan menjaga kehidupan beragama di tengah tantangan zaman bukanlah tugas yang ringan. Karena itu, kebersamaan seluruh elemen bangsa menjadi sangat penting,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun toleransi secara sistematis melalui kebijakan, program, dan aksi nyata, bukan sekadar jargon.

“Keberagaman adalah pilar. Toleransi harus menjadi menara yang menyatukan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kementerian Agama Kota Makassar H. Muhammad dalam laporannya memaparkan sejumlah kebutuhan strategis yang memerlukan dukungan Pemerintah Kota Makassar pada tahun 2026.

Beberapa di antaranya adalah pembentukan KUA Kecamatan Kepulauan Sangkarrang untuk memudahkan layanan keagamaan masyarakat, pembentukan Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Makassar, serta dukungan terhadap lembaga pendidikan keagamaan seperti madrasah swasta dan 33 pondok pesantren, termasuk lembaga tahfidz.

Ia juga menyampaikan perlunya peningkatan dukungan operasional bagi guru-guru mengaji di Kota Makassar.

“Alhamdulillah, selama ini guru-guru mengaji telah mendapatkan perhatian dari Bapak Wali Kota. Harapan kami ke depan, dukungan ini dapat ditingkatkan agar lebih banyak guru mengaji yang merasakan manfaatnya,” ujar H. Muhammad.

Kegiatan ramah tamah tersebut juga dirangkaikan dengan pengukuhan Dewan Pengurus Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kota Makassar oleh Wali Kota Makassar.

Turut hadir Kepala BPN Kota Makassar, Kepala Balai Litbang Agama Makassar, Ketua MUI Kota Makassar, Kabag Kesra Kota Makassar, Ketua Baznas Kota Makassar, Ketua FKUB Kota Makassar, serta sejumlah tokoh lintas agama dan para pimpinan Pondok Pesantren serta ratusan ASN Kemenag Kota Makassar. (*)

 

Editor: Andi Baly

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default