Daerah

Sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta Angkatan III, Ratusan Guru PAI Antusias Ikuti Penguatan Di Kemenag Makassar

Foto Kontributor
Muhammad Imran

Kontributor

Jumat, 29 Agustus 2025
...

Makassar (Kemenag Makassar) – Sebanyak 200 Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dari Kecamatan Tallo, Manggala, Wajo, Ujung Tanah, dan Sangkarrang mengikuti Sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Angkatan III yang digelar oleh Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI Kota Makassar. Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Indoor Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, Jumat (29/8/2025).

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Makassar, H. Irman, S.Ag., M.Si., didampingi oleh Kasi PAIS Dr. Saifullah Rusmin, Lc., M.Th.I., Ketua Pokjawas PAI bersama anggota, serta pemateri utama, Dr. Hasanuddin, Pengawas PAI Kota Makassar.

Dalam arahannya, H. Irman mengibaratkan peran guru agama sama dengan seorang dai yang disenangi jamaah karena isi ceramah, metode, dan penampilannya.

“Guru agama itu sama dengan penceramah atau dai. Dai yang digemari adalah dai dengan metode ceramah, isi ceramah, dan penampilan yang disukai jamaah. Maka guru-guru agama jika ingin disenangi oleh siswanya harus tampil seperti penceramah yang ingin isi ceramahnya dan kehadirannya disukai umat. Buatlah metode, materi, dan penampilan kalian sebagai guru agama disenangi dan ditunggu-tunggu kehadirannya oleh siswa-siswa kalian,” tegasnya.

Sementara itu, Kasi PAIS Kemenag Kota Makassar, Dr. Saifullah Rusmin, menjelaskan bahwa meskipun petunjuk teknis Kurikulum Berbasis Cinta baru diperuntukkan bagi madrasah, namun penerapannya akan menjangkau seluruh lembaga pendidikan.

“Sekitar dua ratus Guru Pendidikan Agama Islam mengikuti Sosialisasi KBC yang merupakan program unggulan Kementerian Agama RI dalam menciptakan generasi berkarakter dan berakhlak mulia. Meskipun KBC petunjuk teknisnya baru diperuntukkan untuk madrasah, tapi sesungguhnya akan menjangkau seluruh lembaga pendidikan baik pendidikan agama maupun umum, bahkan pendidikan non formal. Sebab KBC sesungguhnya adalah insersi dan ruh yang diintegrasikan ke dalam kurikulum yang berjalan,” jelasnya.

Pada sesi pemaparan materi, Dr. Hasanuddin, Pengawas PAI Tingkat Menengah Kemenag Kota Makassar, menekankan pentingnya guru PAI menghadirkan nilai KBC di setiap proses pembelajaran, baik di sekolah maupun di luar sekolah.

“Guru PAI harus mampu menghadirkan ruh KBC dalam proses mengajar, di lingkungan sekolah maupun saat siswa berada di luar sekolah. Apalagi kedudukan guru PAI di sekolah umum adalah garda terdepan dan ujung tombak dalam menciptakan siswa yang berkarakter baik dan berbudi pekerti luhur,”paparnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan guru-guru PAI di Kota Makassar semakin mampu menginternalisasikan nilai-nilai cinta, damai, dan akhlak mulia dalam mendidik generasi penerus bangsa.

Editor: Andi Baly

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default