Subair Wakamad Humas MAN Pinrang Jadi Peserta Terbaik Rakerwil Dan Workshop AI KKMA Sulsel
Kontributor
Makassar, (Kemenag Pinrang) – Kelompok Kerja Madrasah Aliyah
(KKMA) Sulawesi Selatan berhasil menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) dan
Workshop Coding serta Artificial Intelligence (AI) sebagai upaya peningkatan
kompetensi kepala dan wakil kepala madrasah di seluruh Sulsel. Kegiatan ini
resmi dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel, Ali Yafid,
dan dihadiri para kepala MA bersama wakil kepala bidang kurikulum, kesiswaan,
sarana prasarana, serta humas. Ahad, (14/08/2025).
Pada penutupan kegiatan, Subair, Wakil Kepala MAN Pinrang
bidang Humas, meraih penghargaan sebagai salah satu peserta terbaik.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah
Kanwil Kemenag Sulsel, Wahyuddin Hakim. Selain Subair, apresiasi serupa juga diberikan
kepada perwakilan Kemenag Kabupaten Pinrang yakni Faharuddin Hakim dari Wakamad Humas MA Maarif Ujung Lero, Pinrang, serta
MA Ummul Mukminin Makassar.
Subair bahkan dipercaya mewakili seluruh peserta untuk
memberikan testimoni atas jalannya kegiatan. Dalam penyampaiannya, ia menyoroti
pentingnya pemanfaatan AI di dunia pendidikan secara bijak.
“AI sebaiknya dipandang sebagai mitra berpikir, bukan sumber
kebenaran mutlak. Setiap informasi yang dihasilkan perlu disaring, dianalisis,
dan diverifikasi agar tidak menimbulkan bias. Dengan begitu, siswa dapat
membangun dasar ilmu yang lebih kuat,” ungkapnya di hadapan peserta.
Ia juga mengingatkan perlunya budaya belajar berkelanjutan
di tengah percepatan teknologi. “Perubahan dalam dunia digital begitu cepat.
Apa yang hari ini dianggap baru bisa jadi esok sudah ketinggalan. Karena itu,
kita tidak boleh berhenti mengasah kemampuan dan terus memperbarui wawasan,”
tambahnya.
Pemikiran kritis Subair terkait peran AI mendapat sambutan
positif. Sebelumnya, Edward Ranggong, Google for Education Specialist untuk
wilayah Sulsel, Sulbar, dan Sultra, turut mengapresiasi pertanyaan Subair
tentang strategi pemanfaatan AI agar tidak melahirkan bias dalam proses
pembelajaran siswa.
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Wahyuddin Hakim, menilai
testimoni tersebut sebagai indikator keberhasilan kegiatan. “Apa yang
disampaikan Saudara Subair menunjukkan bahwa workshop ini benar-benar
memberikan manfaat nyata dan berhasil meningkatkan kapasitas peserta, baik
kepala madrasah maupun wakilnya,” tuturnya.
Rangkaian Rakerwil dan Workshop yang berlangsung lancar ini
diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi baru dalam pengelolaan madrasah,
khususnya dengan memanfaatkan teknologi coding dan AI. Dengan begitu, madrasah
di Sulawesi Selatan semakin siap menghadapi tantangan pendidikan modern yang
adaptif dan berkualitas. (MR/Lentera)