Bimtek KBC MTs As'adiyah Dapoko, H. Misbah: Semakin Pintar, Harus Semakin Cinta Kepada Allah
Kontributor
Bantaeng (Kemenag Bantaeng) — Bimbingan Teknis Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembelajaran Mendalam (PM) yang digelar oleh MTs As’adiyah Dapoko berlangsung sukses di Hotel Kirei, Selasa, 3 Februari 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Mengajar dengan Hati, Mendidik dengan Aksi.”
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng, H. Misbah, S.Ag., MA, hadir membuka kegiatan sekaligus menjadi pembicara utama. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta bukanlah kurikulum yang berdiri sendiri, melainkan menyatu dengan kurikulum lain yang telah diterapkan.
“Kurikulum Berbasis Cinta adalah kurikulum yang tidak terpisahkan dengan kurikulum lainnya. Hanya di sini bapak Menteri ingin melihat dari segi filosofi bahwa apa yang kita lakukan harus dilakukan dengan cinta,” tutur H. Misbah.
Ia menjelaskan bahwa filosofi KBC menempatkan cinta sebagai fondasi dalam proses pendidikan, termasuk dalam memaknai ilmu dan kekayaan sebagai anugerah dari Allah SWT.
“Jadi, filosofinya di sini adalah semakin pintar seseorang maka semakin cinta kepada Allah. Semakin kaya seseorang harus semakin cinta kepada Allah karena ilmu dan kekayaan bersumber dari Allah SWT,” lanjutnya.
Menurut H. Misbah, gagasan KBC yang diinisiasi oleh Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar, lahir dari keprihatinan atas fenomena sosial yang terjadi.
“Anregurutta Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar menggagas ini karena melihat fenomena bahwa tidak sedikit orang pintar di dunia ini melakukan pertikaian, kenapa? karena cinta hilang di dalam hatinya,” ujarnya.
“Tetapi apabila cinta tertanam di hati maka segala keburukan akan terkikis,” sambungnya.
Dalam kesempatan tersebut, H. Misbah juga menguraikan pentingnya mengasah tiga jenis kecerdasan dalam penerapan KBC dan PM, yakni Intelligence Quotient (IQ), Emotional Quotient (EQ), dan Spiritual Quotient (SQ).
“Kita kan tadi sebut kalimat (tema), Mengajar dengan Hati, Mendidik dengan Aksi itu artinya banyak aspek yang harus kita miliki dan harus kita tanamkan dalam pembelajaran, salah satunya tiga jenis kecerdasan, kita mengenal Intelligence Quotient, Emotional Quotient, dan Spiritual Quotient,” tutur H. Misbah.
Ia menambahkan bahwa nilai-nilai Panca Cinta dalam Kurikulum Berbasis Cinta harus ditanamkan secara optimal kepada peserta didik. Salah satu langkah awalnya adalah mengajar dengan hati yang dilandasi niat yang baik.
“Usahakan sebelum kita mengajar berniat di dalam hati, mudah-mudahan, Ya Allah ilmu yang akan saya sampaikan ini bisa diterima baik oleh siswa. Kalau kita berniat seperti itu kita pasti ikhlas mengajar,” ucapnya.
Menutup pemaparannya, H. Misbah berpesan agar setiap materi pembelajaran selalu dikaitkan dengan nilai-nilai keagamaan.
“Segala materi yang kita sampaikan harus kita kaitkan dengan agama, arahkan bahwa ilmu yang anda tau itu berasal dari Allah. Supaya mereka tidak ingkar dengan yang dia miliki. Jangan semakin banyak ilmunya, semakin lupa Allah SWT,” pesannya.
Sementara itu, Kepala MTs As’adiyah Dapoko, Rohani, menyampaikan terima kasih atas kehadiran para tamu undangan, khususnya kepada Kepala Kantor Kemenag Bantaeng yang berkenan membuka kegiatan sekaligus menjadi keynote speaker. Ia juga mengutip laporan Ketua Panitia bahwa kegiatan ini dilaksanakan atas dasar kecintaan kepada siswa serta sebagai upaya mendidik akhlak mereka dengan cinta.
Pada kesempatan yang sama, Pimpinan Pondok Pesantren As’adiyah Dapoko, Hamzah Israil, turut menyampaikan sambutan dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta sejatinya merupakan esensi dari pendidikan itu sendiri.
“Allah SWT itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang, jadi Allah itu lebih besar sifat feminimnya yakni sifat lemah lembut, kasih sayangnya daripada sifat maskulinnya, yakni sebagai pembalas,” tutur Hamzah Israil.
Kegiatan ini diikuti oleh 32 peserta yang merupakan guru MTs As’adiyah Dapoko. Turut hadir Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Bantaeng, Dr. Salam, S.Ag., S.Pd., M.Pd., serta Ketua Tim Pokjawas Madrasah Kemenag Bantaeng, Hj. Suharti, S.Pd., MM. (MSD)