Cinta Tanpa Batas Negara, Pemuda India Ikut BimWin Di KUA Benteng

Kontributor

Benteng (Kemenag_Selayar) – Sebuah kisah cinta
lintas negara hadir di KUA Kecamatan Benteng Kabupaten Selayar. Seorang pemuda
asal India tampak antusias mengikuti kegiatan Bimbingan
Perkawinan (BimWin) yang digelar bagi calon pengantin pada
Kamis, 29/8/2025. Ia bukan sekadar peserta biasa, melainkan calon mempelai pria
berwarganegara asing yang akan mempersunting seorang wanita asal Benteng,
Kepulauan Selayar,
Kisah pertemuan keduanya terbilang unik. Sang
pemuda Bollywood tersebut bernama Abubacker Siddique, putra kedua dari pasangan Abdul Salam dan
Aisha Beevi. Sementara calon pengantin wanita merupakan anak ketiga dari
pasangan Tallak dan Siti Fatimah yang bernama Nur Fitria Astuti. Menurut pengakuannya,
dia dikenalkan oleh kakaknya yang pernah menempuh studi di India. Dari
perkenalan tersebut, tumbuh benih-benih cinta yang akhirnya membawa keduanya
pada rencana sakral: pernikahan.
Tallak, orang tua calon pengantin wanita yang
ditemui di sela-sela acara mengaku senang anaknya mendapatkan jodoh dari luar
negeri. “Saya tidak menyangka anak saya akan berjodoh orang dari India,” tutur
pria pensiunan guru Bahasa inggris itu.
Sementara itu, Kepala KUA Benteng Muhammad Amin usai
memberikan materi Bimwin kepada catin mengungkapkan bahwa pernikahan dengan Warga
Negara Asing di Kecamatan Benteng adalah hal yang langka sejak ia menjabat
sebagai Kepala KUA.
“Ini pengalaman luar biasa, bisa mendampingi
pasangan yang datang dari latar belakang budaya berbeda,” ungkap Muhammad Amin.
Tak hanya proses perkenalan yang istimewa,
rencana akad nikah yang akan digelar pada 31 Agustus 2025
juga menantang. Abubacker belum begitu fasih berbahasa Indonesia, sehingga
prosesi akad nikah nantinya akan dilangsungkan dalam bahasa
Inggris. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Kepala KUA
Benteng, yang akan bertindak sebagai penghulu.
Meski demikian, pihak KUA Benteng menyatakan siap
memfasilitasi agar akad nikah berjalan khidmat sesuai syariat. “Bahasa boleh
berbeda, tapi nilai sakral pernikahan tetap sama. Ini menjadi pengalaman
berharga bagi kami,” ujar Muhammad Amin.
Kehadiran pemuda asal India dalam BimWin ini
sekaligus memberi warna baru, bahwa cinta memang tidak mengenal sekat negara
maupun budaya. Dari India ke Selayar, cinta dua insan dipersatukan dalam ikatan
suci pernikahan. (Sy/AN)