Demi Generasi Hebat, Penyuluh Agama Pasimasunggu Tempuh Lautan Untuk BRUS Di Pulo Bembe
Kontributor
Pasimasunggu (Kemenag Selayar) –Meski matahari pagi masih malu menampakkan sinarnya, namun para Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Pasimasunggu Kabupaten Kepulauan Selayar sudah siap di dermaga untuk menjalankan tugas. Diiringi riak ombak dan deru mesin perahu kayu, mereka menempuh perjalanan laut menuju Pulo Bembe Desa Tanamala Kecamatan Pasimasunggu untuk kembali menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Kegiatan kali ini dipusatkan di SMPN Satap 29 Pulo Bembe. Kamis (21/8/2025)
Setiba di Pulo Bembe, rombongan langsung menuju ke lokasi kegiatan dan disambut hangat oleh para guru dan siswa. Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan materi yang dikemas secara interaktif seputar tantangan remaja di era digital, dampak negatif pernikahan dini, pentingnya menjaga akhlak pergaulan, serta membangun semangat belajar dengan landasan nilai-nilai agama. Para penyuluh agama Islam mengajak siswa untuk kritis dalam menyikapi perkembangan teknologi, bijak dalam menggunakan media sosial, pentingnya pemahaman tentang perencanaan pernikahan dan tetap berpegang teguh pada ajaran agama.
Kordinator Penyuluh KUA Kecamatan Pasimasunggu, Arsuadi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan BRUS merupakan bagian dari program pembinaan keagamaan Kementerian Agama yang bertujuan untuk menyiapkan generasi muda yang tangguh.
“Kami berharap para remaja di Pulo Bembe tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter Islami, memiliki semangat belajar, memiliki perencanaan sehat serta mampu menghadapi tantangan zaman dengan iman dan ilmu,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme. Para siswa tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga terlibat dalam diskusi, tanya jawab, dan permainan edukatif yang menumbuhkan semangat kebersamaan. Suasana hangat terlihat ketika para siswa menyampaikan pengalaman serta harapan mereka untuk masa depan.
Melalui kegiatan BRUS ini, KUA Pasimasunggu berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya di sekolah-sekolah, sebagai mitra pendidikan dalam membentuk generasi muda yang beriman, berakhlak, dan siap berkontribusi positif bagi bangsa. (MM/Sy)