Daerah

Dialog Internal Umat Beragama, Bahas Peran Tokoh Agama Cegah Ekstremisme

Foto Kontributor
Andi Husna

Kontributor

Rabu, 19 November 2025
...

Pangkajene,  (Kemenag Sidrap) - Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidenreng Rappang menyelenggarakan Dialog Internal Umat Beragama dengan tema “Membangun Keteladanan Tokoh Agama dalam Mencegah Ekstremisme” di Aula Kemenag Sidrap, Rabu (19/11/2025). Kegiatan ini diikuti 30 peserta, terdiri atas 15 peserta dari lingkup Kemenag dan 15 peserta dari luar Kemenag.

Kegiatan menghadirkan tiga narasumber, yakni Ketua Umum BPD BKPRMI Sidrap Nidaul Islam, S.Th.I., M.Th.I, Ketua MUI Sidrap Dr. KH. Abdul Malik Tibe, S.H.I., M.A, serta Kepala Seksi Bimas Islam H. Abdul Rahim, S.Ag., M.Si.

Dalam sambutannya, Ketua MUI Sidrap menegaskan komitmen MUI dalam memperkuat pemahaman moderasi beragama.
“MUI sangat mendukung dan terus mempromosikan bagaimana moderasi beragama dapat terwujud dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Bimas Islam mengingatkan pentingnya akhlak sebagai fondasi dalam mencegah ekstremisme.
“Sehebat apa pun ibadah dan aktivitas kita, tetap harus memperbaiki akhlak. Di situlah letak nilai yang sebenarnya,” ungkapnya.

Ketua BKPRMI Sidrap, Nidaul Islam, memaparkan materi bertema Peran Pemuda dalam Mendorong dan Melestarikan Moderasi Beragama. Ia menekankan bahwa tantangan terbesar moderasi sering kali justru berasal dari masalah internal.
“Sering kali kita menuntut moderasi antar agama, tetapi yang utama harus dibenahi adalah masalah internal. Moderasi beragama bukan hanya antara umat yang berbeda agama, tetapi hadir di tiap sendi kehidupan,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan empat pilar moderasi beragama, yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan akomodatif terhadap budaya lokal. Tantangan yang dihadapi generasi saat ini meliputi ekstremisme dan radikalisme digital, polarisasi politik, rendahnya literasi keagamaan digital, serta budaya instan.

“Moderasi bukan sekadar wacana, tetapi gaya hidup beragama yang bijak dan berimbang. Masa depan Indonesia yang damai dan toleran ada di tangan para pemuda. Dan itu dimulai dari rumah serta masjid,” tambahnya.

Usai pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi dialog interaktif. Para peserta diberi kesempatan untuk bertanya, menyampaikan pandangan, serta memberikan aspirasi terkait implementasi moderasi beragama di lingkungan masing-masing.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi berbagai elemen umat beragama dalam menciptakan kehidupan yang damai, toleran, dan bebas dari paham ekstremisme di Kabupaten Sidrap.(ww)

Editor: Mawardi

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default