Guru As’adiyah Dapoko Dukung Implementasi KBC Di Kabupaten Bantaeng
Kontributor
Bantaeng (Kemenag Bantaeng) - Di bawah teriknya sinar matahari yang menyelimuti kawasan pesisir Pantai Marina, semangat para guru tetap membara. Cuaca panas tidak menghalangi langkah dan antusiasme mereka untuk hadir mengikuti Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembelajaran Mendalam (PM) yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (FKMGMP) Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng.
Kegiatan ini berlangsung di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BLK) Bantaeng, Sabtu (18/10), dan sekaligus dirangkaikan dengan Launching Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Adapun tema yang diusung pada kegiatan ini yakni “Mewujudkan Pembelajaran Mendalam yang Bermakna Melalui Kurikulum Berbasis Cinta."
Tema tersebut menggambarkan semangat baru dalam dunia pendidikan madrasah bahwa proses pembelajaran tidak hanya sebatas transfer ilmu, tetapi juga penanaman nilai, kasih sayang, dan spiritualitas dalam diri peserta didik.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pejabat penting, di antaranya Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, Kepala Bidang Madrasah Kanwil Kemenag Sulsel, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bantaeng, H. Muh. Ahmad Jailani, Kepala Subbag Tata Usaha Kemenag Bantaeng, Kepala Seksi dan Penzawa Kemenag Bantaeng, serta kelompok kerja pengawas madrasah, pengurus K2M, MI, MTs, MA, RA, dan Ketua Forum KKG MI se-Kabupaten Bantaeng.
Para guru dari Pondok Pesantren As’adiyah Dapoko, baik guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) maupun Madrasah Aliyah (MA), tampak antusias dan penuh semangat mengikuti kegiatan ini. Mereka menyambut positif penerapan Kurikulum Berbasis Cinta sebagai langkah baru dalam memperkuat karakter dan menanamkan nilai-nilai kasih sayang di dunia pendidikan.
Kegiatan ini menghadirkan pemateri-pemateri luar biasa dan sangat kompeten di bidangnya, yang memahami secara mendalam filosofi dan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta.
Pemateri pertama, Wahyudin Hakim, selaku Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Penmad) Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan. Sementara pemateri kedua, Asiz Masang, yang merupakan Ketua Pokjawas Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan.
Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) merupakan program baru yang digagas oleh Menteri Agama RI dan kini mulai diterapkan di berbagai daerah di Indonesia. “Sekarang ada programnya Pak Menteri, yang didengung-dengungkan hari ini adalah Kurikulum Berbasis Cinta yang hadir di seluruh lapisan Kementerian Agama. Sebetulnya ini sudah dilaksanakan secara baik oleh teman-teman, tinggal mau dimasukkan dalam koridor seperti kurikulum", ujar H. Ali Yafid.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa konsep cinta dalam KBC sejatinya merupakan bagian dari ajaran agama. Jika cinta kepada Allah telah tertanam dengan baik dalam diri peserta didik, maka perilaku negatif seperti perundungan dan kebohongan tidak akan terjadi.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bantaeng, H. Muh. Ahmad Jailani, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Kakanwil Kemenag Sulsel yang sekaligus meresmikan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di Kabupaten Bantaeng.
Beliau juga berharap melalui kegiatan ini, seluruh guru di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng dapat memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai cinta dalam setiap proses pembelajaran di madrasah.
Salah satu guru Pondok Pesantren As’adiyah Dapoko, Musdalifah Hamring, mengungkapkan kesan positifnya setelah mengikuti kegiatan tersebut. “Kegiatan ini benar-benar membuka wawasan kami tentang pentingnya menghadirkan cinta dalam proses belajar mengajar. Bukan hanya cinta kepada ilmu, tetapi juga kepada Allah, sesama, dan lingkungan. Dengan pendekatan ini, kami berharap suasana belajar di pondok pesantren semakin hangat, penuh kasih, dan bermakna,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa penerapan Kurikulum Berbasis Cinta diharapkan dapat membentuk karakter santri pondok pesantren As'adiyah Dapoko yang lebih berakhlak mulia, berempati, dan bersemangat dalam menuntut ilmu.
Menanggapi kegiatan tersebut, Pimpinan Pondok Pesantren As’adiyah Dapoko, Gurutta Kiai Hamzah Israil, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Kementerian Agama dalam menghadirkan kurikulum yang berlandaskan cinta. “Kurikulum Berbasis Cinta sejatinya sangat sejalan dengan nilai-nilai pendidikan pesantren yang telah diwariskan para ulama. Di pesantren, cinta menjadi dasar dari segalanya. Cinta kepada Allah, cinta kepada ilmu, dan cinta kepada sesama. Dengan hadirnya KBC, pesantren semakin memiliki ruang untuk menebarkan nilai-nilai kasih, kedamaian, dan akhlakul karimah di tengah masyarakat,” tutur Gurutta Kiai Hamzah Israil.
Beliau juga menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membumikan semangat cinta di tengah kehidupan umat. “Pesantren bukan hanya tempat menuntut ilmu, tetapi juga wadah pembentukan hati. Jika cinta menjadi landasan pendidikan, maka masyarakat akan tumbuh dengan nilai-nilai kebaikan, kedamaian, dan saling menghargai,” tambahnya.
Kegiatan Bimtek ini diikuti oleh seluruh guru mata pelajaran di lingkungan madrasah Kabupaten Bantaeng, termasuk para guru dari Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Pondok Pesantren As’adiyah Dapoko yang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis nilai, karakter, dan cinta kepada Allah SWT. (umr)