HKN Perdana 2026, Kemenag Sinjai Gaungkan Aksi Sosial Dan Serukan Disiplin “Gas Full”
Kontributor
Sinjai (Kemenag Sinjai) – Sebagai wujud implementasi Kode Etik dan Kode Perilaku Kementerian Agama poin ke empat, yakni “Melaksanakan Tugas Kemanusiaan”, Kementerian Agama Kabupaten Sinjai segera melaksanakan aksi sosial mengunjungi warga Desa Tompobulu, Kecamatan Bulupoddo yang berkekurangan.
Ajakan ini digaungkan Kepala Kantor Kemenag Sinjai, H. Faried Wajedi dalam amanatnya pada Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) perdana tahun 2026, Senin (19/01) di halaman kantor.
Rencana kunjungan tersebut merupakan respons cepat terhadap kabar viral di media sosial mengenai seorang warga di pelosok Tompobulu yang menulis surat menyayat hati karena harus meminjam beras ke tetangga karena sudah tujuh hari tidak makan nasi.
“Ini bukan sekadar kunjungan biasa, tapi adalah panggilan nurani dan implementasi kode etik kita. Kita akan bertolak ke Tompobulu untuk menyampaikan tali asih. Kita ingin memastikan kehadiran Kemenag dirasakan langsung oleh masyarakat yang sedang kesulitan,” ujar Faried Wajedi di hadapan seluruh jajaran pejabat dan staf.
Di samping misi kemanusiaan, Kakankemenag Sinjai juga memberikan penekanan khusus terkait kedisiplinan pegawai yang dinilainya masih perlu peningkatan. Ia menegaskan bahwa kedisiplinan adalah nilai yang lahir dari kesadaran pribadi, bukan sekadar ketakutan pada aturan atau pimpinan.
“Disiplin itu sesuatu yang sangat memerlukan kesadaran. Tidak bisa dipaksakan, bahkan oleh Kepala Kantor sekalipun jika tidak ada kesadaran dari individunya sendiri. Jika tahun lalu kinerja dan disiplin kita masih ‘setengah-setengah’, maka tahun 2026 ini, kita harus gas full,” tegasnya.
Momentum Hari Kesadaran Nasional perdana ini diharapkan menjadi titik balik bagi aparatur Kemenag Sinjai untuk menyelaraskan antara kesadaran sosial melalui aksi kemanusiaan dan kesadaran administratif melalui peningkatan disiplin kerja.
Usai upacara, rombongan Kemenag Sinjai dijadwalkan langsung mempersiapkan bantuan dan menuju lokasi di Kecamatan Bulupoddo untuk menemui warga tersebut. (SR)