Kakankemenag Makassar Tegaskan Peran Strategis Mubaligh Jaga Kota Aman Dan Harmonis
Kontributor
Makassar (Kemenag Makassar) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, H. Muhammad, menegaskan bahwa mubaligh memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjaga ketenteraman, kerukunan, dan harmoni sosial masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber pada Pembinaan Mubaligh Kota Makassar Tahun 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kota Makassar melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) di Gedung Islamic Center IMMIM, Senin (9/2/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Mubaligh sebagai Mitra Strategis Pemerintahan dalam Mewujudkan Makassar Unggul, Aman, Inklusif, dan Berkelanjutan” ini diikuti sekitar 600 mubaligh se-Kota Makassar. Hadir mendampingi Kakankemenag Makassar, Kasi PD Pontren Hasan Qinang, Kabag Kesra Kota Makassar Muhammad Syarif beserta jajaran, Ketua Umum IMMIM, serta para tokoh agama dan pengurus lembaga keagamaan.
Dalam materinya bertajuk Sinergi Ulama dan Pemerintah, H. Muhammad menekankan bahwa hubungan ulama dan umarah harus berjalan seimbang dan saling menguatkan.
“Ulama menyirami umat dengan hikmah dan kasih sayang, sementara pemerintah menghadirkan keadilan dan kesejahteraan. Jika keduanya bersinergi, maka masyarakat akan hidup aman, rukun, dan harmonis,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa dakwah tidak cukup hanya menyejukkan di mimbar, tetapi harus dibarengi dengan ketertiban administrasi keagamaan, seperti pengelolaan masjid, zakat, dan wakaf.
“Harmonisasi umat bukan hanya soal hubungan sosial, tetapi juga tertib administrasi. Wakaf yang tidak tercatat hari ini bisa menjadi konflik besar di masa depan. Di sinilah peran mubaligh untuk memberi pemahaman kepada umat,” tambahnya.
Sementara itu, Kabag Kesra Kota Makassar Muhammad Syarif menyampaikan bahwa pembinaan ini bertujuan meningkatkan kompetensi mubaligh agar mampu merespons tantangan sosial yang semakin kompleks, terutama menjelang bulan suci Ramadan.
“Kami berharap mubaligh menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembinaan umat, pencegahan konflik sosial, penguatan ketahanan keluarga, serta pembangunan karakter masyarakat yang religius, toleran, dan berdaya,” ujarnya.
Ketua Umum YASDIC IMMIM Dr. Hj. Nur Fadjri Fadeli Luran, S.P., M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antarmasjid melalui program pembinaan dan kemitraan masjid.
“Masjid yang sudah makmur perlu membantu masjid yang masih membutuhkan. Dengan kolaborasi dan pembinaan yang tepat, manfaatnya bukan hanya materi, tetapi juga penguatan silaturahmi dan program keumatan,” jelasnya.
Pembinaan mubaligh ini dilaksanakan di Gedung Islamic Center IMMIM dengan peserta imam masjid, ustaz, dai, dan mubaligh. Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan mubaligh yang profesional, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta menjadi garda terdepan dalam mewujudkan Makassar sebagai kota yang unggul, aman, inklusif, dan berkelanjutan.