Provinsi

Rp66,3 Miliar Berkah Zakat: Pemberdayaan Ekonomi Umat Sulsel Bangkit

Foto Kontributor
Wardiah

Kontributor

Selasa, 10 Februari 2026
...

Makassar (Kemenag Sulsel) — Pengelolaan zakat di Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2026 menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendukung pemberdayaan ekonomi umat. Hal tersebut tercermin dari Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Sulawesi Selatan yang mengalokasikan dana sebesar Rp66.386.999.077 untuk program-program ekonomi produktif berbasis masyarakat.

Dana tersebut berasal dari alokasi BAZNAS kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan sebesar Rp63.955.067.229 serta kontribusi LAZ sebesar Rp2.431.931.848. Anggaran ini direncanakan untuk mendukung berbagai program strategis seperti Santripreneur, Z-Mart, Z-Chicken, BAZNAS Microfinance, Kampung Zakat, serta program pendayagunaan ekonomi lainnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi umat merupakan amanah strategi pengelolaan zakat yang harus diarahkan pada dampak nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, program zakat tidak hanya berfokus pada bantuan konsumtif, tetapi juga pada penguatan usaha produktif, peningkatan literasi keuangan syariah, serta pengembangan ekosistem usaha halal yang berkelanjutan.

“Potensi zakat yang besar di Sulawesi Selatan harus dikelola secara terencana, transparan, dan akuntabel agar mampu meningkatkan kemandirian mustahik serta mendukung agenda pengentasan kemiskinan,” ujar pihak Kanwil Kemenag Sulsel.

Secara wilayah, sejumlah daerah menunjukkan alokasi anggaran yang signifikan. Kota Makassar mengalokasikan lebih dari Rp6 miliar, sementara Kabupaten Gowa dan Maros masing-masing mencatat alokasi di atas Rp5 miliar. Kabupaten Bone dan Wajo juga menunjukkan komitmen yang kuat dengan alokasi lebih dari Rp4 miliar. Meski demikian, masih terdapat daerah yang belum menyampaikan RKAT sehingga memerlukan pelatihan lebih lanjut.

Selain BAZNAS, peran LAZ juga dinilai penting dalam mendukung pemberdayaan ekonomi umat. Kontribusi terbesar berasal dari Dompet Dhuafa sebesar Rp1,88 miliar, disusul Lembaga Manajemen Infaq sebesar Rp434 juta, serta Wahdah Inspirasi Zakat dan LAZIS As'adiyah Pusat Sengkang.

Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan melalui Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap BAZNAS dan LAZ agar program pemberdayaan ekonomi umat berjalan sesuai regulasi dan prinsip syariah, serta mendorong penguatan sinergi dengan Kantor Urusan Agama (KUA) guna pemerataan program dan optimalisasi pemanfaatan dana zakat bagi kesejahteraan masyarakat Sulawesi Selatan

Editor: Andi Baly

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default