Daerah

Kakankemenag Maros Pesankan Kepeloporan Mahasiswa STAI DDI Di Masyarakat

Foto Kontributor
Ulya Sunani

Kontributor

Selasa, 06 Januari 2026
...

Maros (Kemenag Maros)-Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Maros, H. Muhammad Nur Halik, memberikan pembekalan mahasiswa KKN Angkatan 36 STAI DDI Maros.

Di hadapan 70 mahasiswa KKN, Kakankemenag Maros, Nur Halik berpesan untuk menunjukkan jiwa kepeloporan di tengah masyarakat.

“Berperilakulah yang baik selama melaksanakan KKN. Kepemimpinan diuji saat KKN. Misal mahasiswi berperan di majelis taklim, mampu mengumpulkan masyarakat,” katanya, Senin (5/1/2026).

“Selain itu, diuji juga kemampuan kita bagaimana memperoleh dukungan dari pihak terkait,” sambungnya.

“Bagi mahasiswa KKN yang laki-laki, bisa saja nanti dibutuhkan menjadi khatib. Jadi Anda harus siap, jangan menunggu dari Pak Desa misalnya. Harus siap semua ketika di desa: memandikan mayat, barzanji dan acara tradisi keagamaan. Menjadi mahasiswa KKN harus siap dengan itu semua.”

Kakankemenag Nur Halik melanjutkan, “ketika di lapangan, tidak boleh menolak ketika masyarakat meminta kehadiran kita.”

Menurutnya, di situlah ujian sesungguhnya untuk menunjukkan kepemimpinan dan kepeloporan mahasiswa di masyarakat.

Pesan selanjutnya disampaikan, bahwa mahasiswa KKN harus mampu bekerja sama dengan masyarakat. “Tidak boleh ada, dalam satu kelompok saling bersaing. Jangan pernah ada mau dikatakan dia paling hebat.

“Yang tidak bisa kerja sama, tidak cocok hidup berkelompok. Ibarat sapu lidi, semuanya bisa membersihkan, jangan ada kuat-kuatan. Jangan ada yang selalu menyendiri, melakukan kerja-kerja sendiri.

“Kerja sama itu penting, ketika turun di lapangan. Berbagi tugas. Ini merupakan modal utama KKN.”

Selain ke pemerintah setempat, Kakankemenag Nur Halik, juga mengharapkan mahasiswa KKN STAI DDI Maros bisa kerja sama dengan penyuluh agama di wilayah masing-masing.

“Kemudian kemandirian. Mahasiswa harus mandiri tidak boleh cengeng di tengah masyarakat. Betul-betul mampu, menunjukkan bahwa Anda semua sudah layak diwisuda.”

Manfaat KKN, masih menurut Kakankemenag Nur Halik, bahwa hal ini menjadi ajang untuk mengasah keterampilan, soft skill. “Kalau memang terampil, insyallah bisa dipertanggungjawabkan dan bermanfaat di masyarakat. Sekali lagi keterampilan Anda akan di asah di tengah-tengah masyarakat nantinya.”

Tak lupa, ia juga menegaskan kepada mahasiswa untuk terus mengasah pola pikir prediktabel. “Mahasiswa harus jauh ke depan cara berpikirnya, jangan ke belakang. Jangan pula demo-demo, apalagi dengan cara anarkis,” pungkasnya.

Menurut keterangan salah seorang dosen STAI DDI Maros, Rahman, bahwa mahasiswa yang mengikuti pembekalan KKN ini akan ditempatkan di wilayah pengabdian di Kecamatan Bontoa. 

Editor: Andi Baly

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default