Kakankemenag Maros Pesankan Kepeloporan Mahasiswa STAI DDI Di Masyarakat
Kontributor
Maros (Kemenag Maros)-Kepala Kantor Kementerian Agama
(Kakankemenag) Maros, H. Muhammad Nur Halik, memberikan pembekalan mahasiswa KKN
Angkatan 36 STAI DDI Maros.
Di hadapan 70 mahasiswa KKN, Kakankemenag Maros, Nur Halik
berpesan untuk menunjukkan jiwa kepeloporan di tengah masyarakat.
“Berperilakulah yang baik selama melaksanakan KKN.
Kepemimpinan diuji saat KKN. Misal mahasiswi berperan di majelis taklim, mampu mengumpulkan
masyarakat,” katanya, Senin (5/1/2026).
“Selain itu, diuji juga kemampuan kita bagaimana memperoleh
dukungan dari pihak terkait,” sambungnya.
“Bagi mahasiswa KKN yang laki-laki, bisa saja nanti
dibutuhkan menjadi khatib. Jadi Anda harus siap, jangan menunggu dari Pak Desa
misalnya. Harus siap semua ketika di desa: memandikan mayat, barzanji dan acara
tradisi keagamaan. Menjadi mahasiswa KKN harus siap dengan itu semua.”
Kakankemenag Nur Halik melanjutkan, “ketika di lapangan,
tidak boleh menolak ketika masyarakat meminta kehadiran kita.”
Menurutnya, di situlah ujian sesungguhnya untuk menunjukkan
kepemimpinan dan kepeloporan mahasiswa di masyarakat.
Pesan selanjutnya disampaikan, bahwa mahasiswa KKN harus mampu
bekerja sama dengan masyarakat. “Tidak boleh ada, dalam satu kelompok saling
bersaing. Jangan pernah ada mau dikatakan dia paling hebat.
“Yang tidak bisa kerja sama, tidak cocok hidup berkelompok. Ibarat
sapu lidi, semuanya bisa membersihkan, jangan ada kuat-kuatan. Jangan ada yang
selalu menyendiri, melakukan kerja-kerja sendiri.
“Kerja sama itu penting, ketika turun di lapangan. Berbagi
tugas. Ini merupakan modal utama KKN.”
Selain ke pemerintah setempat, Kakankemenag Nur Halik, juga
mengharapkan mahasiswa KKN STAI DDI Maros bisa kerja sama dengan penyuluh agama
di wilayah masing-masing.
“Kemudian kemandirian. Mahasiswa harus mandiri tidak boleh
cengeng di tengah masyarakat. Betul-betul mampu, menunjukkan bahwa Anda semua sudah
layak diwisuda.”
Manfaat KKN, masih menurut Kakankemenag Nur Halik, bahwa hal
ini menjadi ajang untuk mengasah keterampilan, soft skill. “Kalau memang
terampil, insyallah bisa dipertanggungjawabkan dan bermanfaat di masyarakat. Sekali
lagi keterampilan Anda akan di asah di tengah-tengah masyarakat nantinya.”
Tak lupa, ia juga menegaskan kepada mahasiswa untuk terus
mengasah pola pikir prediktabel. “Mahasiswa harus jauh ke depan cara berpikirnya,
jangan ke belakang. Jangan pula demo-demo, apalagi dengan cara anarkis,”
pungkasnya.
Menurut keterangan salah seorang dosen STAI DDI Maros, Rahman, bahwa mahasiswa yang mengikuti pembekalan KKN ini akan ditempatkan di wilayah pengabdian di Kecamatan Bontoa.