Kecamatan Yang Dipuja Dan Dinanti Berhasil Jadi Juara MTQ
Kontributor
Barru (Kemenag Barru) -- Empat hari yang dipenuhi lantunan ayat suci akhirnya bermuara pada malam Penutupan MTQ XXXVII Tingkat Kabupaten Barru digelar di Gedung MPP Lantai 6, Jumat malam (13/02/26), yang menjadi simpul perjalanan panjang para kafilah sejak 10 Februari lalu.
Sejak hari pertama, satu per satu cabang dipentaskan: tartil yang mengalun lembut, tilawah yang menggema penuh tartib, hingga hifzil yang menuntut kesetiaan pada hafalan membawa nama kecamatan, tetapi juga doa orang tua dan pembina, serta harapan kampung halaman.
Tidak hanya itu, cabang Karya Tulis Ilmiah Qur’an (KTIQ) juga menghadirkan pergulatan intelektual para peserta dalam merumuskan gagasan dan argumentasi berbasis nilai-nilai Al-Qur’an, membuktikan bahwa kecintaan terhadap kitab suci tidak hanya diwujudkan melalui suara dan hafalan, tetapi juga melalui pemikiran dan karya ilmiah.
Kasi Bimas Islam sekaligus Sekretaris MTQ XXXVII, H. Muhlis Hakim, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat. Ia menyerahkan doa kepada para pemenang yang akan mewakili Barru pada MTQ Tingkat Provinsi di Maros April mendatang.
“Selamat kepada para juara. Tugas berikutnya adalah membawa nama Barru dengan sebaik-baiknya," harapnya.
Berikut para juara MTQ XXXVII Tingkat Kabupaten Barru Tahun 2026:
Cabang Tartil
Tartil Putra: Afif Zayyan W. – Kecamatan Mallusetasi
Tartil Putri: Nurul Mawaddah – Kecamatan Tanete Riaja
Cabang Tilawatil Qur’an Anak
Anak Putra: Jiyad Zahran Jumri – Kecamatan Balusu
Anak Putri: Faesha Aqillah Setyahadi – Kecamatan Soppeng Riaja
Cabang Tilawatil Qur’an Remaja
Remaja Putra: Muh. Adnan Fawwaz – Kecamatan Barru
Remaja Putri: Putri Syahidatullah – Kecamatan Barru
Cabang Tilawatil Qur’an Dewasa
Dewasa Putra: Rafiuddin – Kecamatan Mallusetasi
Dewasa Putri: Nurul Fajri – Kecamatan Barru
Cabang Hifzil Qur’an 1 Juz dan Tilawah
Putra: Ar Raihan Rahman – Kecamatan Pujananting
Putri: Nur Aqilah Mutawadiah – Kecamatan Tanete Riaja
Cabang Hifzil Qur’an 5 Juz dan Tilawah
Putra: Muhammad Rizky Aufa – Kecamatan Soppeng Riaja
Putri: Lutfiana Aulia Nasir – Kecamatan Tanete Riaja
Cabang Hifzil Qur’an 10 Juz dan Tilawah
Putra: Khotibul Umam Al-Isyrofi Sul – Kecamatan Balusu
Putri: Naglah Fatimah – Kecamatan Soppeng Riaja
Cabang Hifzil Qur’an 20 Juz dan Tilawah
Putra: Muh. Farid Zaky Ramadhan – Kecamatan Barru
Putri: St. Aisyah Alkhumaerah – Kecamatan Tanete Riaja
Cabang Hifzil Qur’an 30 Juz dan Tilawah
Putra: Afdhal Zikri – Kecamatan Soppeng Riaja
Putri: Nurfadilah – Kecamatan Barru
Cabang Karya Tulis Ilmiah Qur’an (KTIQ)
Putra: Alim Bahri – Kecamatan Soppeng Riaja
Putri: Andi B. Mutmainah Sudarmin – Kecamatan Pujananting
Puncak ketegangan tidak berhenti hanya pada pengumuman juara cabang, melainkan pada penetapan juara umum. Kecamatan Soppeng Riaja tampil impresif dengan 5 medali emas, terbanyak malam itu.
Namun sistem poin berbicara lebih komprehensif. Konsistensi Pujananting dengan 2 emas, 5 perak, 5 perunggu, mengantarkannya pada total 165 poin, melampaui Soppeng Riaja yang mengumpulkan 160 poin dan menjadikan Kec. Pujananting sebagai juara umum.
Inilah pelajaran MTQ tahun ini: tentang konsitensi, bagaimana keberlanjutan dan ketekunan akan unggul. Bukan sekadar hasil, tetapi keteguhan menjaga ritme hingga akhir.
Wakil Bupati Barru, Abustan A. Bintang, dalam sambutannya menegaskan bahwa MTQ XXXVII adalah momen istimewa yang berhasil menghadirkan para ahli Al-Qur’an dalam satu majelis yang penuh keberkahan. Ia juga mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan nilai syukur sebagai pelajaran utama dari ayat-ayat yang dilantunkan para peserta.
“Kita diajarkan bersyukur oleh Al-Quran. Kondisi saat ini yang hujan terus, kita mannoko’-noko’ (menggerutu). Padahal harus terus belajar bersyukur, karena di rasa syukur kita temukan makmur, aman, dan beriman,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an memiliki nilai yang jauh lebih tinggi daripada jabatan apa pun. Baginya, semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin besar tantangan untuk tetap menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an.
Selain itu, Wakil Bupati memberikan apresiasi kepada dewan hakim yang dinilai telah menjaga integritas selama proses penilaian. “Menentukan juara adalah pertaruhan integritas. Proses tidak boleh mengkhianati hasil. Proses bagus, hasil bagus,” tegasnya.
Terkait capaian juara umum, ia menyoroti keberhasilan Kecamatan Pujananting yang dinilai menjadi bukti bahwa keterbatasan infrastruktur keagamaan bukan penghalang untuk meraih prestasi. Ia menyebut kemenangan tersebut sebagai simbol semangat dan pembinaan yang konsisten.
Apresiasi juga diberikan kepada para pembina kafilah yang dinilainya memiliki peran besar dalam melahirkan generasi Qur’ani di Barru.
“Terima kasih kepada para pembina kafilah yang melatih. Istilahnya Pak Kandep Kemenag, para veteran yang mau menurunkan ilmunya. Apresiasi setinggi-tingginya,” ujarnya.
Ia menyinggung konsep pembukaan MTQ yang digelar secara sederhana dan terbuka. Menurutnya, keputusan melaksanakan pembukaan di luar gedung merupakan bentuk harapan agar syiar Al-Qur’an dapat disaksikan lebih luas oleh masyarakat.
“Pembukaan kemarin saya minta agar sederhana saja supaya orang menyaksikan, langit menyaksikan. Saya paksa panitia pembukaan harus di luar gedung. Biasanya di lantai 6 MPP, siapa yang lihat?” ungkapnya.
Piala bergilir pun diserahkan ke tangan kafilah Kecamatan Pujananting, sebuah simbol bahwa keterbatasan bukan penghalang bagi kemuliaan jika ada kesungguhan dan pembinaan yang konsisten.
"Terbatas infrastruktur agamanya, terbatas pesantrennya, tapi alhamdulillah juara umum. Itulah maknanya kecamatan yang dipuja dan dinanti," ucapnya yang disambut riuh tepuk tangan.(Arga)