Kemenag Makassar Dan Masjid Al-Markaz Perkuat Sinergi Layanan Keagamaan
Kontributor
Makassar (Kemenag Makassar) — Kantor Kementerian Agama Kota Makassar bersama Pengurus Yayasan Masjid Al-Markaz Al-Islami menggelar silaturahmi dan konsolidasi program keagamaan dalam kegiatan SAPAH Penyuluh & SAPAH Ummat, Rabu (10/12/2025) di Masjid Al-Markaz Al-Islami.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kakankemenag Kota Makassar H. Muhammad, Kasi Bimas Islam H. Ambo Sakka, Ketua IPARI Kota dan Provinsi Sulsel, pengurus IPARI inti, serta Kepala KUA Kecamatan Bontoala. Dari pihak yayasan hadir unsur pimpinan dan Sekretaris Umum Yayasan Al-Markaz.
Dalam sambutannya, Sekretaris Umum Yayasan Al-Markaz menegaskan bahwa masjid harus kembali menjadi pusat pembinaan umat.
“Masjid tidak boleh hanya berdiri sebagai bangunan besar. Ia harus hidup, gemuk oleh kegiatan keumatan. Al-Markaz adalah simbol umat di Sulawesi Selatan bahkan Indonesia Timur, sehingga perlu terus dihidupkan sebagai pusat dakwah, pendidikan, dan harmonisasi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Al-Markaz sedang memulai renovasi atap masjid setelah 30 tahun digunakan. Pembenahan tersebut diharapkan semakin memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pelayanan keagamaan masyarakat.
Dalam forum ini turut dibahas program kolaboratif Kemenag dan Al-Markaz pada Ramadan 2026, berupa kegiatan pembinaan intensif yang dirumuskan dengan nama “Klinik Rumah SAMAWA (KRS)”.
Kegiatan akan mengumpulkan jamaah dari berbagai majelis taklim dan kelompok binaan penyuluh agama untuk mengikuti pembinaan keislaman di bulan Ramadan. Materi yang disiapkan meliputi:
- Tahsin Qur'an
- Manajemen kalbu
- Pembinaan keluarga SAMAWA
- Tasawuf dasar
- Konseling pra-nikah
- Kajian ibadah dan akhlak
Kegiatan ini direncanakan terbuka secara gratis bagi masyarakat.
Kakankemenag Kota Makassar, H. Muhammad, menyampaikan apresiasi atas sinergi Al-Markaz dan Kemenag dalam mempersiapkan pembinaan umat di bulan suci.
“Penyuluh agama harus hadir dan berdampak. Program Klinik Rumah SAMAWA ini sejalan dengan arahan Kementerian Agama untuk menghadirkan layanan keagamaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Beliau menegaskan bahwa penyuluh, KUA, dan seluruh unsur Kemenag Makassar harus bersatu mendukung program ini agar berjalan sukses.
“Kita ingin umat mendapatkan pembinaan yang berkualitas. Al-Markaz adalah rumah besar umat, dan Kemenag siap berkolaborasi untuk menghidupkan masjid sebagai pusat aktivitas keagamaan,” tambahnya.
Program ini tidak hanya menghidupkan spiritualitas Ramadan, tetapi juga memperkuat literasi keagamaan masyarakat, menghadirkan suasana masjid yang inklusif, meningkatkan kualitas keluarga melalui kajian SAMAWA, serta menjadi wadah pembinaan umat lintas majelis secara terstruktur.
Kegiatan melibatkan penyuluh agama, pengurus yayasan, dan jamaah dari berbagai kecamatan. Peserta akan mengikuti kajian , dengan fasilitas yang dipersiapkan oleh panitia dan mitra masjid.