Kemenag Pangkep Perkuat Kompetensi Kebahasaan Naskah Dinas Melalui Sosialisasi Balai Bahasa Sulsel
Kontributor
Pangkep - (Kemenag Pangkep) – Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan Pembinaan Penggunaan Tata Bahasa yang Benar pada Naskah Dinas bagi seluruh unit kerja di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kemenag Pangkep, Jumat (14/11/25).
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangkep, H. Ramli Rasyid, membuka kegiatan tersebut secara resmi. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar merupakan bagian penting dari profesionalitas aparatur pemerintah. Setiap naskah dinas, menurutnya, tidak hanya berfungsi sebagai dokumen administrasi, tetapi juga mencerminkan identitas dan kualitas layanan instansi.
“Dokumen kedinasan adalah wajah institusi. Karena itu, kita semua perlu memahami aturan penulisan, tata bahasa, serta format naskah dinas agar komunikasi kedinasan menjadi lebih jelas, efektif, dan sesuai kaidah,” ujarnya.
Setelah itu, dilanjutkan oleh Ramlah Mappau, Widyabasa Ahli Muda Bahasa dan Sastra Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan. Ia memaparkan materi mengenai ejaan bahasa Indonesia, penulisan kalimat efektif, pilihan kata, penulisan istilah, penulisan yang benar di surat, serta berbagai kesalahan umum yang sering muncul dalam penyusunan naskah dinas di lingkungan perkantoran.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan pegawai dari berbagai unit, yaitu, Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Kepala Seksi dan Penyelenggara, Kepala MIN Pangkep, Kepala KUA Kecamatan se-Kabupaten Pangkep, Analis SDM dan Pelaksana Kepegawaian, Operator dan/atau Konseptor Tata Naskah dari masing-masing Seksi, KUA, dan MIN Pangkep, serta Humas Kemenag Pangkep.
Ketika menerima materi, para undangan juga terlibat aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Pada sesi ini, para peserta mengajukan berbagai pertanyaan terkait penulisan naskah dinas, penggunaan kalimat yang efektif, serta cara menghindari kesalahan penulisan yang sering terjadi. Diskusi berlangsung interaktif, menunjukkan tingginya antusiasme peserta dalam meningkatkan kemampuan kebahasaan mereka.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Pangkep berharap para pegawai yang mengikuti sosialisasi makin memahami kaidah bahasa Indonesia yang baku sehingga mampu menghasilkan naskah dinas yang lebih tertib, efektif, dan sesuai ketentuan.
Kemenag Pangkep juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan publik melalui peningkatan kapasitas SDM, termasuk dalam aspek kebahasaan. (rdtl)